Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Wakaf Rp1.000 Per Hari

oleh -8 Dilihat
gubernur-mahyeldi-ajak-asn-jadikan-wakaf-sebagai-gerakan-membangun-sumbar
Gubernur Mahyeldi Ajak ASN Jadikan Wakaf sebagai Gerakan Membangun Sumbar

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah menyiapkan skema penguatan ekonomi melalui optimalisasi dana wakaf dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diproyeksikan mampu menjadi instrumen strategis untuk mengentas kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menargetkan pengumpulan dana wakaf sebesar Rp25 juta setiap harinya. Target tersebut didasarkan pada perhitungan kontribusi rutin sebesar Rp1.000 per hari dari total 25.000 ASN di lingkungan Pemprov Sumbar.

“Jika masing-masing menyisihkan Rp1.000 saja per hari, maka terkumpul Rp25 juta. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Minggu (2/8/2026).

Untuk menjamin tata kelola yang profesional, Mahyeldi mendorong pembentukan lembaga Minang Global Wakaf. Lembaga ini nantinya akan bertanggung jawab mengelola dana secara transparan dan akuntabel.

Sebagai langkah awal penguatan manajemen, Gubernur telah menginstruksikan pemberdayaan lima ASN yang telah memiliki sertifikasi Nazhir Wakaf. Langkah ini diambil agar pengelolaan dana wakaf memiliki landasan hukum dan kompetensi yang kuat.

Selain fokus pada pengumpulan dana, ia menegaskan bahwa program Subuh Mubarak tetap menjadi pilar utama pembentukan karakter ASN. Menurutnya, integritas dan semangat melayani harus terus dipupuk melalui pendekatan spiritual.

“Subuh Mubarak bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Ke depan, Pemprov Sumbar akan memperluas kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program ini. Sinergi antara Baznas, sektor swasta, dan perantau Minang diharapkan dapat memperkuat posisi wakaf sebagai instrumen pembangunan daerah.