DPR Desak Pemerintah Cepat Redam Lonjakan Harga Banpang

oleh -13 Dilihat
penyaluran-banpang-baru-23,46-persen,-dpr-minta-pemerintah-sigap-redam-lonjakan-harga
Penyaluran Banpang Baru 23,46 Persen, DPR Minta Pemerintah Sigap Redam Lonjakan Harga

Jakarta – Penyaluran bantuan pangan (Banpang) periode Februari-Maret 2026 menjadi sorotan setelah realisasinya baru mencapai 23,46 persen dari target nasional. Program Bulog ini menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menilai capaian itu masih jauh dari harapan. Ia memperingatkan, lambatnya distribusi berpotensi ikut menahan laju tekanan harga pangan di masyarakat.

“Seharusnya, daerah yang mengalami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan, jika Banpang mampu menuntaskan beban tugasnya,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Alex usai menanggapi peringatan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono soal potensi kenaikan dua komoditas utama pada pekan keempat April 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga juga terus bertambah, dari 207 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya menjadi lebih banyak pada periode terkini.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyoroti data BPS yang mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng di 224 kabupaten/kota pada pekan keempat April 2026. Angka tersebut naik dibanding pekan sebelumnya yang berada di 207 kabupaten/kota.

Alex menolak alasan kenaikan harga plastik kemasan akibat krisis global dijadikan pembenaran atas lambatnya distribusi bantuan. Menurut dia, penetapan penerima bantuan sudah dilakukan jauh sebelum lonjakan harga plastik terjadi.

“Harga plastik baru melonjak dalam beberapa pekan terakhir April, sementara distribusi bantuan untuk Februari dan Maret seharusnya sudah dipersiapkan sejak jauh hari,” tegasnya.

Di sisi lain, tekanan harga juga terlihat pada komoditas minyak goreng. Secara nasional, harga minyak goreng tercatat naik 1,50 persen dari Rp19.358 menjadi Rp19.648 per liter pada pekan keempat April 2026.

Kenaikan tertinggi terjadi pada minyak goreng curah yang melesat 3,24 persen. Sementara itu, minyak goreng premium naik 1,68 persen dan Minyaita relatif stabil. Kenaikan harga ini dilaporkan terjadi di 62,22 persen wilayah Indonesia.

Tak hanya minyak goreng, harga gula pasir juga naik 1,50 persen menjadi Rp18.765 per kg. BPS mencatat 185 kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH pada komoditas tersebut.

Tekanan serupa juga muncul pada beras. IPH beras naik di 109 kabupaten/kota, bertambah dari 72 wilayah pada Januari. Secara nasional, harga beras medium naik 0,47 persen, sedangkan beras premium naik 0,34 persen.

Melihat tren itu, Alex mendesak pemerintah bergerak cepat mengambil langkah strategis agar tekanan harga tidak meluas. Ia menilai kenaikan harga beras, minyak goreng, dan gula harus menjadi sinyal kuat untuk memperbaiki strategi distribusi sekaligus memperketat pengawasan di lapangan.

“Naiknya harga beras, minyak goreng, dan gula harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera berbenah dan lebih cermat membaca kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.