Didukung Anggota IORA, Gubernur Mahyeldi: Sumbar Siap jadi Percontohan Biosekuriti Akuakultur

oleh -251 Dilihat
didukung-anggota-iora,-gubernur-mahyeldi:-sumbar-siap-jadi-percontohan-biosekuriti-akuakultur
Didukung Anggota IORA, Gubernur Mahyeldi: Sumbar Siap jadi Percontohan Biosekuriti Akuakultur

Padang – Negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) telah menyepakati serangkaian rekomendasi penting yang bertujuan untuk memperkuat biosekuriti dalam sektor akuakultur air tawar. Kesepakatan ini dicapai selama Workshop IORA yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 21 November 2025 di Padang.

Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), World Organisation for Animal Health (WOAH), berbagai kementerian teknis, akademisi, serta para pelaku usaha di bidang perikanan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menekankan urgensi kerja sama lintas negara dalam menghadapi ancaman penyakit ikan yang semakin mengglobal. “Penguatan biosekuriti tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya pada hari Sabtu (22/11/2025) di Padang, seraya menambahkan bahwa Sumatera Barat mendukung penuh kolaborasi IORA untuk mewujudkan sektor perikanan yang lebih sehat, produktif, dan berkontribusi pada ketahanan pangan.

Mahyeldi juga menyatakan kesiapan Sumatera Barat untuk menjadi daerah percontohan dalam penerapan praktik biosekuriti akuakultur air tawar, mengingat potensi budidaya air tawar yang besar di wilayah tersebut.

Mursalim, Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, yang mewakili Gubernur, menjelaskan bahwa forum tersebut telah menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penunjukan focal point nasional untuk memperkuat koordinasi dengan IORA.

“Selain itu, disepakati langkah praktis berbiaya rendah bagi petani, seperti penggunaan benih bersertifikat, perbaikan pengelolaan air, desinfeksi rutin, dan pencatatan harian,” ungkap Mursalim, menekankan bahwa langkah-langkah sederhana ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas. Hasil lokakarya ini sejalan dengan agenda global FAO, termasuk penguatan laboratorium, pengendalian AMR, serta rencana pembentukan pilot farm percontohan di Indonesia.