Jakarta – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersiap menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor pendidikan dan infrastruktur. Dua proyek strategis, yakni pembangunan Sekolah Rakyat (SR) berskala nasional dan peresmian Hunian Tetap (Huntap), dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengonfirmasi agenda tersebut setelah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan COO Danantara, Dony Oskaria, Kamis (6/8/2026).
“Insya Allah pada September 2026 nanti ada dua agenda besar yang akan kita laksanakan, yaitu peresmian Huntap di Rambatan dan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam,” ujar Eka Putra.
Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam nantinya akan menjadi pusat pendidikan terbesar di Indonesia. Berdiri di atas lahan hibah seluas 23 hektare dari keluarga besar Dony Oskaria, sekolah ini mampu menampung 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Fokus utama sekolah ini adalah memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Eka Putra menegaskan bahwa prioritas penerimaan siswa diberikan kepada mereka yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain aspek pendidikan, proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. Kebutuhan operasional sekolah nantinya akan menyerap suplai pangan lokal seperti beras, sayuran, hingga jasa pendukung lainnya.
“Keberadaan Sekolah Rakyat akan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Kebutuhan pangan, seperti beras, telur, daging, ayam, sayuran, hingga berbagai layanan pendukung lainnya akan meningkat seiring beroperasinya sekolah ini,” tambah Bupati.
Di sisi lain, agenda peresmian 79 unit Huntap di Kecamatan Rambatan juga menjadi perhatian. Bupati mengapresiasi kualitas konstruksi PT Nindya Karya yang dinilai mampu menjamin keamanan warga terdampak bencana.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, menegaskan bahwa pembangunan hunian tersebut telah memenuhi standar konstruksi yang ketat. Pihaknya berkomitmen menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak huni bagi masyarakat.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari inisiatif nasional yang masif. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 unit sekolah serupa di seluruh penjuru Indonesia hingga tahun 2029 guna memeratakan akses pendidikan berkualitas bagi warga prasejahtera.






