Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong penguatan literasi bahasa Arab di kalangan generasi muda melalui optimalisasi Istana Bung Hatta. Fasilitas bersejarah tersebut ditawarkan sebagai pusat kegiatan bagi Ikatan Pengajar Bahasa Arab (IMLA) Sumatera Barat.
Komitmen ini disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pengukuhan pengurus IMLA Sumbar periode 2024-2030 di UIN Sjech M. Djamil Djambek, Sabtu (19/9/2026). Ia bahkan menjamin seluruh biaya operasional dan konsumsi kegiatan yang dilaksanakan di lokasi tersebut.
“Silakan mulai di Bukittinggi ini. Nanti untuk tempat, untuk biaya makan-minumnya di tempat, saya menanggung,” ujar Mahyeldi.
Dukungan nyata ini bertujuan memacu semangat generasi muda dalam mendalami bahasa Arab. Menurut Gubernur, penguasaan bahasa tersebut sangat esensial untuk memahami literatur keislaman dan peradaban dunia secara lebih mendalam.
Mahyeldi berharap bangkitnya kepengurusan IMLA setelah vakum dua tahun menjadi momentum kebangkitan pengajaran bahasa Arab di Ranah Minang. Ia menilai hal ini sangat relevan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Untuk mencapai target tersebut, Gubernur menaruh harapan besar pada peran strategis tiga perguruan tinggi Islam di Sumbar, yakni UIN Padang, UIN Bukittinggi, dan UIN Batusangkar. Ketiganya diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan bahasa dan ilmu pengetahuan.
Selain pengembangan bahasa, Pemprov Sumbar kini juga tengah menggencarkan program beasiswa Hamka Muda. Program ini menyasar peningkatan kualitas SDM hingga jenjang S3 demi mendukung pembangunan daerah.
“Peradaban yang maju itu memang dengan banyak bahasa. Kita harapkan dengan mampu bahasa Arab, akan bisa menyelami segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa Arab dan peradaban,” pungkasnya.






