Jalani Operasi Gratis, Pedagang Ini Terbantu Program JKN

oleh -4 Dilihat
berkali-kali-berobat-dengan-jkn,-pedagang-es-cendol-ini-tak-lagi-cemas-biaya
Berkali-kali Berobat Dengan JKN, Pedagang Es Cendol Ini Tak Lagi Cemas Biaya

Tanah Datar – Kualitas layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Prof. Dr. M. Ali Hanafiah mendapatkan apresiasi positif dari warga. Program ini dinilai mampu menepis stigma negatif terkait diskriminasi pelayanan bagi pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan.

Adri, seorang pedagang es cendol yang menjalani operasi batu empedu, membuktikan sendiri kenyamanan akses layanan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama prosedur diikuti dengan benar, pelayanan yang diterima sangat memuaskan.

“Masih ada yang bilang berobat pakai BPJS Kesehatan itu pelayanannya kurang bagus. Saya bisa bilang itu tidak benar sama sekali. Yang saya rasakan justru sebaliknya,” tegas Adri.

Sebelumnya, Adri sempat diliputi kecemasan saat dokter mendiagnosisnya harus menjalani tindakan operasi. Ketakutan akan beban biaya pengobatan yang mahal pun sempat menghantuinya.

“Cukup kaget saat dokter mendiagnosis saya menderita batu empedu. Saat dokter mengatakan saya akan dirujuk ke poli bedah untuk mendapatkan tindakan operasi, tentu saya khawatir soal biaya pengobatannya. Beruntung, kata petugas biayanya akan dijamin JKN,” ungkap Adri.

Baginya, menjadi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) adalah keputusan krusial. Ia merasa lebih tenang karena bisa fokus pada kesembuhan tanpa terbebani pikiran mencari biaya pengobatan.

“Kalau kesehatan terganggu, yang kita pikirkan seharusnya bagaimana bisa sembuh, bukan bagaimana mencari uang untuk membayar pengobatan. JKN membuat saya bisa lebih fokus menjalani perawatan,” tambahnya.

Pengalaman serupa juga dibagikan oleh anak Adri, Fadri, yang terbantu saat istrinya menjalani operasi caesar. Ia menyoroti kemudahan fitur antrean online melalui aplikasi Mobile JKN.

“Fitur antrean online sangat praktis. Kita bisa mengambil antrean dari rumah sehingga lebih hemat waktu,” jelas Fadri.

Fadri berharap BPJS Kesehatan terus melakukan peningkatan kualitas layanan serta edukasi. Menurutnya, pemahaman yang baik dari masyarakat mengenai hak dan prosedur akan membuat akses layanan kesehatan menjadi lebih optimal.