Andri Yulika Raih Anggaraksa Dharma, Mendagri Beri Penghargaan

oleh -234 Dilihat
inspektur-terbaik-2025,-andri-yulika-raih-penghargaan-anggaraksa-dharma-dari-mendagri
Inspektur Terbaik 2025, Andri Yulika Raih Penghargaan Anggaraksa Dharma dari Mendagri

Jakarta – Inspektur Provinsi Sumatera Barat, Andri Yulika, menerima Penghargaan Anggaraksa Dharma dari Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengawasan yang dinilai terbaik pada tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan (Rakorwasnas) 2025 yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (9/10/2025).

Setelah menerima penghargaan, Andri Yulika mengungkapkan rasa syukur dan menyampaikan apresiasi atas pengakuan tersebut. “Penghargaan ini bisa diraih berkat arahan dan bimbingan Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda, serta dukungan semua ASN di lingkungan Pemprov Sumbar. Alhamdulillah, berkat kolaborasi itu, penghargaan ini dapat kita raih,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, bukan semata-mata hasil kerja individu.

Andri menjelaskan bahwa terdapat 21 indikator kinerja yang menjadi dasar penilaian oleh Inspektorat Jenderal Kemendagri. Enam indikator utama menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja seorang Inspektur Daerah, meliputi opini laporan keuangan pemerintah daerah oleh BPK, persentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan (TLHP) oleh BPK, BPKP, dan Itjen Kemendagri, nilai kapabilitas APIP dan SPIP yang ditetapkan BPKP, nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK, kepatuhan pelaporan LHKPN dan LHKASN, serta tingkat pemenuhan jam pelatihan minimal APIP per tahun.

Selain itu, faktor-faktor pendukung seperti pengelolaan pengaduan masyarakat, pencapaian zona integritas (WBK/WBBM), penyerapan anggaran pengawasan, serta apresiasi dari lembaga eksternal juga turut menjadi pertimbangan dalam penilaian. Andri menambahkan, “Penilaian dilakukan secara periodik melalui aplikasi Sistem Informasi Evaluasi dan Pengawasan Inspektorat Daerah (SIWASIAT), di mana setiap Inspektorat wajib mengunggah data dukung dan bukti capaian untuk diverifikasi oleh Kemendagri.”

Dalam arahannya pada Rakorwasnas, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran Inspektorat Daerah dalam memastikan efektivitas pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program atau kegiatan. “Jangan setelah dieksekusi baru diperiksa salahnya apa. Tidak begitu,” tegasnya. Ia menambahkan, “Semakin sedikit temuan bukan berarti lemah, justru menandakan fungsi pengawasan berjalan efektif. Pengawasan itu intinya mencegah, bukan mencari kesalahan.”

Tito Karnavian berharap bahwa pengawasan yang baik akan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah serta mempercepat pencapaian target pembangunan nasional. Penghargaan Anggaraksa Dharma ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas, sejalan dengan semangat Gerak Cepat Sumbar Responsif, tata kelola pemerintahan yang bersih, dan pelayanan publik yang efektif.