Andre Rosiade Bagikan 2.000 Sembako dan Datangkan Alat Berat untuk Penanganan Galodo Maninjau

oleh -275 Dilihat
andre-rosiade-bagikan-2.000-sembako-dan-datangkan-alat-berat-untuk-penanganan-galodo-maninjau
Andre Rosiade Bagikan 2.000 Sembako dan Datangkan Alat Berat untuk Penanganan Galodo Maninjau

Agam – Dampak galodo atau banjir bandang yang melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, terus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, pada Minggu (14/12/2025), meninjau langsung lokasi bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas kerusakan parah yang dialami Maninjau akibat bencana galodo. Daerah ini menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, bahkan menimbulkan korban jiwa. Andre mengunjungi Jorong Bancah, Nagari Maninjau, lokasi terparah yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian.

Kedatangan Andre bersama Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Ade Rezki Pratama, Anggota DPRD Kabupaten Agam Novi Irwan, serta Sekretaris Jenderal DPP IKM Braditi Moulevey, diawali di Kantor Wali Nagari Maninjau. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral dan kepedulian nyata bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.

Dalam kunjungannya, Andre menyerahkan 2.000 paket sembako dan lima unit genset berkapasitas 6.000 watt. Bantuan ini diharapkan dapat membantu aktivitas masyarakat, terutama dalam kondisi keterbatasan sarana dan prasarana pascabencana.

Ade Rezki Pratama menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut dan menyerahkan bantuan sembako serta bantuan lainnya sebagai bentuk kepedulian.

Harmen Yasin, Wali Nagari Maninjau, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi pada 27 November 2025, menyebabkan kerusakan serius akibat meluapnya empat aliran sungai: Batang Muaro Pisang, Batang Balok, Batang Tumayo, dan Batang Limau Sundai. Luapan sungai membawa material lumpur, pasir, dan bebatuan dalam jumlah besar, yang kini menggunung di sejumlah titik dan belum tertangani secara maksimal.

Kondisi ini menimbulkan ancaman berulang bagi keselamatan warga, yang setiap kali hujan turun diliputi rasa cemas akan potensi galodo susulan. Banyak warga terpaksa mengungsi karena khawatir bencana kembali terjadi.

Menanggapi hal ini, Andre Rosiade segera menghubungi Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V), Naryo Widodo, untuk meminta agar balai sungai segera turun ke lapangan. “Kita minta balai segera turun ke lapangan,” tegasnya, meminta agar alat berat segera didatangkan untuk pengerukan dan normalisasi sungai.

Harmen Yasin menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan. Menurutnya, kehadiran langsung dan tindakan konkret sangat dibutuhkan masyarakat dalam situasi darurat.

Dalam pertemuan dengan warga, Andre menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk dukungan dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat diterima dengan keikhlasan serta menjadi penguat semangat bagi warga Maninjau untuk bangkit.

Andre juga menyampaikan salam dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang diharapkan dapat berkunjung langsung ke lokasi bencana pada waktu yang tepat.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan dukungan APBN, telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Sumatera Barat, termasuk Maninjau. Anggaran juga disiapkan untuk perbaikan infrastruktur lainnya, seperti jalan, jembatan, tempat ibadah, serta jaringan irigasi. Seluruh pekerjaan tersebut diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada tahun depan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Terkait penanganan lumpur dan normalisasi sungai, Andre kembali menegaskan agar pengerukan segera dilakukan. Ia meminta pemerintah daerah bersama Balai Sungai bekerja secara maksimal. Alat berat diminta beroperasi hingga tuntas demi keselamatan warga dan pemulihan kehidupan masyarakat Maninjau.