Walikota Padang Mediasi Kericuhan, Tegaskan Bukan Isu SARA

oleh -145 Dilihat
mediasi-kericuhan-di-padang-sarai,-walikota-fadly-amran-tegaskan-bukan-persoalan-sara
Mediasi Kericuhan di Padang Sarai, Walikota Fadly Amran Tegaskan Bukan Persoalan SARA

Padang – Pemerintah Kota Padang berupaya meredam ketegangan yang muncul di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, setelah terjadinya insiden pembubaran kegiatan ibadah. Wali Kota Padang, Fadly Amran, turun langsung untuk melakukan mediasi antara warga dan jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) pada Minggu (27/7).

Kejadian bermula ketika sejumlah warga RT 03/ RW 09 membubarkan aktivitas ibadah dan pendidikan agama di sebuah rumah milik jemaat GKSI. Insiden ini dilaporkan menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.

Menurut Pendeta Dachi, akar permasalahan terletak pada kesalahpahaman warga yang mengira rumah tersebut adalah gereja. “Sebagian warga menganggap rumah tempat pendidikan agama bagi anak-anak kristen yang kita bina ini adalah gereja. Padahal bukan,” jelasnya.

Pertemuan mediasi yang berlangsung di Kantor Camat Koto Tangah pada Minggu malam menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Setelah mediasi, Fadly Amran menyampaikan penyesalannya atas insiden tersebut. “Pertama, kita harus memahami lukanya perasaan saudara-saudara kita yang mengalami tindakan pengerusakan bahkan juga sampai ada korban luka. Dan ini bukan perselisihan agama, tetapi murni insiden kesalahpahaman. Dan itu sama-sama kita dengar tadi dalam mediasi,” ujarnya.

Fadly Amran menambahkan bahwa kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan. Ia juga menegaskan bahwa insiden ini tidak terkait dengan isu SARA, namun tindakan yang melanggar hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Padang, Prof. Salmadanis.