Padang Panjang Hadapi Darurat Sampah, TPA Sungai Andok Terancam

oleh -431 Dilihat
padang-panjang-darurat-sampah
Padang Panjang Darurat Sampah

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang tengah berupaya mencari solusi atas permasalahan sampah yang semakin mendesak. Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sungai Andok diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama empat bulan ke depan, memicu kekhawatiran akan krisis lingkungan.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, mengungkapkan bahwa kondisi TPAS saat ini sangat memprihatinkan. “Dengan volume sampah yang mencapai 50 ton per hari, diperkirakan TPA ini hanya bisa bertahan sekitar empat bulan lagi,” ujarnya, Minggu (13/7/2025). Ia menambahkan bahwa situasi ini merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan segera.

Kunjungan lapangan ke TPAS Sungai Andok dilakukan oleh Allex bersama Ketua Komisi III DPRD, Mahdelmi, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH), Alvi Sena, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Dari hasil peninjauan tersebut, Allex menyampaikan kekhawatirannya mengenai kapasitas TPA yang semakin padat dan hampir mencapai batas maksimal.

Menurut perhitungan pemerintah kota, setiap warga Padang Panjang menghasilkan rata-rata 0,8 kilogram sampah per hari. Jumlah ini, jika tidak dikendalikan, akan terus membebani TPA yang sudah tidak mampu menampung sampah secara optimal.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Padang Panjang sedang mempertimbangkan untuk membuka TPA baru di kawasan Sawah Liek. Saat ini, lahan sedang dalam tahap penjajakan dan perencanaan.

Allex juga menekankan pentingnya pendekatan jangka panjang melalui penerapan konsep zero waste dan circular economy. Ia menjelaskan bahwa pemerintah kota berharap 80 persen dari sampah yang dihasilkan dapat diolah menjadi barang yang berguna.

Namun, Allex mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada teknologi atau kebijakan, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. “Mengurangi sampah plastik bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” katanya. Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari hal kecil, seperti memilah sampah di rumah, sebagai upaya mengurangi beban TPA dan menekan biaya operasional pengelolaan sampah.

Menanggapi permasalahan ini, Mahdelmi menyatakan bahwa DPRD siap mendukung segala bentuk kebijakan dan solusi yang diambil oleh Pemerintah Kota Padang Panjang. “Ini persoalan kita bersama,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa DPRD siap mendukung langkah konkret agar persoalan sampah tidak semakin membesar di masa depan.