KPK Gelar ACFFest2025, Pembicara Soroti Isu Korupsi

oleh -124 Dilihat
kpk-gelar-acffest2025-di-luak-limopuluah,-fajar-rillah-vesky-desmar-ayudi-jadi-pembicara
KPK Gelar ACFFest2025 di Luak Limopuluah, Fajar Rillah Vesky-Desmar Ayudi jadi Pembicara

Payakumbuh – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng komunitas Payakumbuh Youth Arte Committee (PYAC) dalam penyelenggaraan Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2025. Kegiatan ini diisi dengan talkshow yang menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara.

Dalam rangkaian ACFFest 2025, KPK berkolaborasi dengan PYAC menggelar talkshow N.G.O.P.I.N.I (Ngobrol Pekan Ini) yang menghadirkan penulis dan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Fajar Rillah Vesky, mantan Ketua KNPI Desmar Ayudi, dan sejarawan Randi Reimena.

Diskusi yang bertajuk “Film dan Politik di Indonesia” tersebut berlangsung di JFS Coffee Tanjungpati, Limapuluh Kota, Kamis (3/7/2025) malam. Selain sesi tersebut, terdapat pula diskusi “Media Baru untuk Kampanye Antikorupsi” dengan Luthfi Saputra dan Pita Yuliza sebagai pembicara, serta sesi “Diskusi Film” yang menghadirkan Husin M.Sn, Adri Yandi, Eko Doni Putra M.Sn, dan Vera Naldy SE MSI.

Fajar Rillah Vesky mengapresiasi PYAC atas kepercayaan yang diberikan KPK sebagai salah satu dari delapan komunitas penyelenggara ACFFest2025 di Indonesia. “Jika tahun ini, teman-teman PYAC dipercaya KPK sebagai penyelenggara ACFFest2025. Tahun depan, kita dorong PYAC melahirkan film-film antikorupsi,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Karena seperti disampaikan Bapak Film Indonesia asal Bukittinggi Usmar Ismail, film itu sudah lama digunakan oleh berbagai bangsa sebagai alat komunikasi yang ampuh.”

Lebih lanjut, Fajar Rillah Vesky mendorong PYAC dan sineas lainnya untuk memproduksi film realistis yang mengangkat isu politik berbiaya tinggi di Indonesia. Menurutnya, hal ini memicu praktik korupsi. “Politik di Indonesia hari ini adalah politik berbiaya tinggi yang memicu terjadinya praktik korupsi,” ungkapnya. Ia juga menyoroti belum adanya standar atau batasan biaya kampanye yang diatur dalam Pemilu, sehingga pemilu lebih sering dimenangkan oleh mereka yang memiliki uang.

Desmar Ayudi menyampaikan pandangannya mengenai empat pilar kebangsaan yang mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045, yaitu pemimpin yang adil, ulama yang berilmu, orang kaya yang dermawan, dan masyarakat yang bertakwa. “Di samping itu sebagai generasi muda, kita harus mempersiapkan diri untuk belajar. Dan di laboratorium di organisasi pemuda, agar generasi muda matang dan siap menjadi Leader of Change yang mumpuni, mengisi pos-pos kekuasaan,” katanya.

Sementara itu, Randi Reimena memaparkan sejarah korupsi di Indonesia yang telah dimulai sejak zaman Kolonial Belanda hingga masa kini.

Eko Doni Putra M.Sn, selaku Koordinator Acara PYAC, menjelaskan bahwa ACFFest 2025 digelar bersama delapan komunitas di delapan kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Payakumbuh dan Limapuluh Kota. “Tujuan utama kegiatan ini ialah penyebaran kesadaran antikorupsi di kalangan anak muda, khususnya generasi baru filmmaker yang tersebar di Payakumbuh Limapuluh Kota,” jelasnya.

ACFFest2025 di Payakumbuh dan Limapuluh Kota diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk talkshow, pemutaran film, diskusi, dan pertunjukan musik, dengan tema utama antikorupsi dan integritas. “Semuanya, seperti disinggung tadi, menjadikan tema antikorupsi dan integritas sebagai isu utama,” pungkas Eko Doni Putra.