Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Pandai Sikek

oleh -9 Dilihat
Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Nagari Pandai Sikek, Tanah Datar.

TANAH DATAR – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, pada Minggu (1/11/2026).

Gubernur memutuskan turun ke lokasi setelah sejumlah warga menghentikan kendaraannya saat ia melintas di kawasan tersebut dalam perjalanan pulang dari Bukittinggi menuju Padang sekitar pukul 13.30 WIB.

Bencana alam ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya lima rumah warga dan sejumlah lahan pertanian mengalami kerusakan akibat terjangan banjir serta material longsor.

“Berdasarkan pantauan kita di lapangan, ada lima rumah dan sejumlah lahan pertanian masyarakat yang terdampak,” ujar Mahyeldi.

Ia merinci bahwa dari total rumah yang terdampak, dua di antaranya mengalami rusak berat, sedangkan tiga lainnya mengalami rusak ringan.

Luapan air yang diduga berasal dari hulu Gunung Singgalang menjadi penyebab utama banjir yang menggenangi permukiman warga.

“Namun, itu masih dugaan awal,” kata Mahyeldi terkait pemicu banjir tersebut.

Mahyeldi menambahkan bahwa penyebab pasti dan total kerugian masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Di lokasi tersebut, Gubernur bahu-membahu bersama warga melakukan upaya penanganan darurat untuk mengendalikan aliran air sungai agar tidak semakin meluap.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten guna menyusun langkah mitigasi jangka panjang.

Gubernur mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng Gunung Singgalang, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih tinggi.

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa bencana serupa telah terjadi sebanyak tiga kali di kawasan tersebut sejak tahun 2024.

Selain di Pandai Sikek, banjir juga dilaporkan melanda kawasan Padang Laweh di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, pada waktu yang bersamaan.

Pemerintah daerah saat ini terus memantau perkembangan kondisi di seluruh wilayah terdampak untuk memastikan keselamatan warga.