Tinggalkan Ijazah, Fokus Bangun Keterampilan demi Karier Sukses

oleh -11 Dilihat

Medan – Mahasiswa kini didorong untuk tidak lagi sekadar mengejar gelar akademik, melainkan mulai membangun portofolio karier sejak dini. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa kompetensi nyata kini menjadi “mata uang” utama dalam memenangkan persaingan di dunia kerja modern.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (8/7/2026). Ia menyoroti pergeseran pola rekrutmen perusahaan yang kini lebih memprioritaskan bukti keterampilan teknis dibandingkan sekadar ijazah pendidikan formal.

“Saat ini industri semakin mengutamakan keterampilan. Yang dinilai bukan hanya ijazah, tetapi apa yang benar-benar mampu dikerjakan oleh seseorang,” tegas Yassierli di hadapan para mahasiswa.

Menurutnya, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah standar kebutuhan perusahaan secara drastis. Meski teknologi berkembang pesat, profesi kerja tetap tersedia asalkan tenaga kerja memiliki metode dan keahlian yang relevan.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Kemnaker mengoptimalkan platform SIAPkerja. Layanan ini dirancang sebagai ekosistem digital terpadu yang memfasilitasi pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga peluang pemagangan.

“Saya bertanggung jawab mulai dari penyiapan angkatan kerja, mereka mencari kerja di industri, sampai kemudian mengantarkan mereka selesai bekerja. Itu adalah ekosistem yang harus kita bangun bersama,” tambahnya.

Sebagai langkah nyata, pemerintah menargetkan 150 ribu peserta dalam Program Pemagangan Nasional. Program ini bertujuan membekali calon tenaga kerja dengan pengalaman praktis yang sesuai dengan tuntutan pasar global.

Di sisi lain, Yassierli mendesak pihak perguruan tinggi agar lebih adaptif dalam menyusun kurikulum. Langkah ini perlu diambil agar lulusan memiliki daya saing yang kuat dan tidak ketinggalan oleh perubahan zaman.

Ia pun berpesan kepada generasi muda untuk mulai mencicil pengalaman melalui organisasi, sertifikasi, dan magang sejak masih di bangku kuliah. Hal ini dianggap sebagai amunisi utama dalam menyusun CV yang berbobot.

“CV itu bukan dibuat ketika akan melamar pekerjaan, tetapi direncanakan sejak awal. Bangun pengalaman dan kumpulkan kompetensi, itulah yang akan membuat seseorang siap bersaing di pasar kerja,” pungkasnya.