Sawahlunto – Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menekankan pentingnya para haji yang baru kembali dari Tanah Suci untuk menjadi teladan bagi masyarakat.
Pesan ini disampaikan saat menyambut kepulangan 57 jamaah haji asal Kota Sawahlunto dalam kegiatan wirid gabungan di Masjid Agung Nurul Islam, Jumat (26/6/2026).
Jeffry menegaskan bahwa predikat haji mabrur harus diimplementasikan melalui perubahan perilaku dan kontribusi nyata di tengah lingkungan sosial.
Menurutnya, kesempurnaan ibadah tidak hanya dinilai dari rangkaian ritual di Makkah, melainkan juga tercermin dalam sikap sehari-hari.
“Jadilah teladan di tengah masyarakat dengan menghadirkan nilai-nilai keikhlasan, kedamaian, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Kemabruran haji harus terlihat pada akhlak dan kontribusi nyata bagi lingkungan,” tegas Jeffry.
Dalam prosesi penyambutan tersebut, suasana haru menyelimuti jamaah dan keluarga. Dari total 58 warga Sawahlunto yang berangkat ke Tanah Suci, satu orang jamaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah.
Merespons hal tersebut, Jeffry menyampaikan duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jamaah yang wafat di Tanah Suci. Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Jeffry.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen akan terus meningkatkan pelayanan di bidang keagamaan. Upaya ini dilakukan melalui sinergi berkelanjutan dengan Kementerian Haji dan Umrah, pengurus masjid, serta berbagai lembaga keagamaan.
Pemerintah daerah berharap, nilai-nilai spiritual yang dibawa pulang oleh para jamaah dapat menjadi energi positif bagi penguatan karakter warga serta menjaga kondusivitas dan kerukunan di Kota Sawahlunto.






