Pemko Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik

oleh -13 Dilihat
peringati-hari-lingkungan-hidup-sedunia-2026,-pemko-payakumbuh-luncurkan-gerakan-payakumbuh-resik
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemko Payakumbuh Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik

Payakumbuh – Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai langkah memperkuat pengurangan sampah, penanaman pohon, dan pengendalian perubahan iklim melalui partisipasi masyarakat.

Peluncuran gerakan itu digelar saat Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di GOR Nan Ompek, Kelurahan Tanjung Pauh, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut juga menandai dimulainya rangkaian program lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan warga.

Melalui gerakan ini, masyarakat diajak membiasakan pemilahan sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperluas penanaman pohon, dan menguatkan ekonomi sirkular agar lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Zulmaeta mengatakan, gerakan itu hadir sebagai respons atas tantangan lingkungan yang semakin besar, mulai dari persoalan sampah, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan luas oleh masyarakat.

“Sebagai kota yang terus bertumbuh, kita harus menyadari bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat ikut bergerak nyata menyukseskan Gerakan Payakumbuh Resik,” katanya.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Inspired by Nature, For Climate, and For Future. Sementara di tingkat nasional, tema itu diterjemahkan menjadi slogan Saatnya Bekerja untuk Iklim atau #NowForClimate sebagai dorongan untuk memperkuat aksi nyata menjaga lingkungan.

Menurut dia, dunia kini menghadapi tiga persoalan besar yang saling berkaitan, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiganya berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Masa depan iklim ditentukan oleh keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tanpa aksi nyata,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, Gerakan Payakumbuh Resik dirancang sebagai gerakan kolaboratif dan berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Gerakan itu juga menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang menekankan penguatan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ekologis harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menjaga ruang hijau di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Payakumbuh juga memperkenalkan maskot Gerakan Payakumbuh Resik bernama SI-Lah atau Siko Memilah. Maskot ini akan menjadi ikon kampanye edukasi lingkungan dan pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Selain peluncuran gerakan dan maskot, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Payakumbuh juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek, gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam, serta pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, komunitas peduli lingkungan, aktivis lingkungan, pelajar, dan masyarakat yang selama ini aktif menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Payakumbuh.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Payakumbuh dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” katanya.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan instansi dan komunitas lingkungan.

Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan Gerakan Payakumbuh Resik menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya peduli lingkungan, mengurangi timbulan sampah, memperluas ruang hijau, dan mendukung pengendalian emisi melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.