Sekda Sumbar Ingatkan Jemaah Jaga Haji Mabrur

oleh -41 Dilihat

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengingatkan jemaah haji untuk menjaga kemabruran setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Sekretaris Daerah Sumbar, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa nilai ibadah haji tidak berhenti setelah seluruh rangkaian di Tanah Suci selesai, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Pesan itu disampaikan Arry saat menyambut kepulangan 390 jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Padang di Aula Asrama Haji Embarkasi/Debarkasi Padang, Rabu (3/6/2026) malam. Ia hadir bersama Kabiro Kesra Edi Dharma.

Sejumlah pejabat juga hadir dalam penyambutan tersebut, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, unsur Forkopimda, Wali Kota Padang, serta pimpinan instansi terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.

Arry menekankan, haji bukan sekadar perjalanan spiritual ke Tanah Suci atau untuk menyandang gelar haji dan hajjah. Menurut dia, sebutan itu justru menjadi pengingat bahwa jemaah telah menunaikan rukun Islam kelima dan harus terus memperkuat iman serta takwa.

“Kita melaksanakan ibadah haji bukan semata-mata untuk memperoleh gelar haji atau hajjah. Sebutan itu hendaknya menjadi pengingat bahwa kita telah menunaikan rukun Islam kelima dan harus terus meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT,” kata Arry.

Ia menjelaskan, kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ukuran itu, menurut dia, justru tampak ketika jemaah pulang dan hadir di masyarakat dengan akhlak yang lebih baik.

“Mabrur dan mabrurah tidak hanya saat berada di Tanah Suci. Kemabruran itu tercermin dari perilaku, akhlak, kepedulian sosial, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat setelah pulang dari haji,” ujarnya.

Arry berharap semangat ibadah yang tumbuh selama berada di Makkah dan Madinah tetap terjaga setelah para jemaah kembali ke Sumatera Barat. Ia juga mengajak mereka menjadikan pengalaman spiritual selama berhaji sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian.

Lebih lanjut, Arry meminta para jemaah menjadi panutan di lingkungan masing-masing. Ia menilai, jemaah haji memiliki tanggung jawab moral untuk menebarkan kebaikan dan mempererat persaudaraan.

“Kami berharap bapak dan ibu menjadi agen perubahan, mengajak kepada kebaikan, memperkuat persaudaraan, serta memberikan contoh yang baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Arry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mengawal dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. Ia menyebut peran mereka sebagai bentuk pengabdian yang patut dihargai.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas kloter, PPIH, PHD, tenaga kesehatan, serta semua pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Semoga seluruh pengabdian ini menjadi amal ibadah dan mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Arry turut mengajak hadirin mendoakan satu jemaah asal Kota Padang yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi dan belum bisa pulang bersama rombongan Kloter 1.

“Kita doakan jemaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” katanya.

Prosesi penyambutan juga diisi dengan serah terima jemaah dari petugas kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selanjutnya, jemaah Kloter 1 Debarkasi Padang diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang untuk dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kedatangan Kloter 1 menjadi awal pemulangan ribuan jemaah haji asal Sumatera Barat dan Bengkulu yang telah menuntaskan ibadah haji tahun 1447 Hijriah di Tanah Suci.