Mahyeldi Dorong Investasi Pinang, Ekonomi Masyarakat Tumbuh

oleh -19 Dilihat
gubernur-mahyeldi:-investasi-pengolahan-pinang-gerakkan-ekonomi-masyarakat
Gubernur Mahyeldi: Investasi Pengolahan Pinang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Lima Puluh Kota – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau aktivitas pengolahan pinang di PT Maju Kolpin Sejahtera, Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (28/5/2026). Kunjungan itu menyoroti peran industri pengolahan komoditas lokal dalam mendorong hilirisasi sekaligus membuka dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di lokasi, Mahyeldi melihat langsung tahapan pengolahan pinang, mulai dari perebusan selama dua jam, pengeringan dengan oven selama empat hari, hingga pendinginan sebelum produk dikirim ke luar negeri. Produk olahan dari pabrik tersebut diketahui telah diekspor ke Vietnam sebagai bahan baku permen pinang.

Mahyeldi mengatakan, keberadaan industri pengolahan pinang ini bukan hanya memberi nilai tambah bagi hasil pertanian masyarakat, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi kami mengucapkan terima kasih kepada investor yang telah berinvestasi di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadiran pabrik ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung komoditas pinang sebagai salah satu hasil pertanian unggulan daerah,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, pengembangan industri berbasis komoditas lokal menjadi langkah penting agar hasil pertanian masyarakat tidak lagi dijual dalam bentuk mentah. Dengan begitu, produk tersebut memiliki nilai tambah dan daya saing lebih kuat di pasar ekspor.

Menurut Mahyeldi, keberadaan pabrik itu juga sejalan dengan semangat Kabupaten Limapuluh Kota sebagai The Central of Agro. Pabrik tersebut, katanya, mampu menampung hasil produksi pinang masyarakat dari berbagai daerah di Sumbar dengan kualitas terbaik.

Selain menguatkan sektor pertanian, industri ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Saat ini, sekitar 600 pekerja terlibat dalam proses produksi, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan warga lokal Kabupaten Limapuluh Kota.

“Ini yang kita harapkan dari sebuah investasi, bukan hanya menghadirkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memberi manfaat langsung bagi daerah,” tambah Mahyeldi.

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha menyebut keberadaan pabrik tersebut sangat membantu petani pinang. Menurut dia, hasil produksi masyarakat kini memiliki pasar yang jelas dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Ia menilai kolaborasi antara investor dengan pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi menjadi langkah positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian dan industri pengolahan.

Dalam peninjauan itu, Mahyeldi turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Ahmad Zakri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardiyanto, serta Kepala Biro Umum Andre Algamar.