Rahmat Saleh Genjot Produksi Jagung Sumbar 4.000 Hektar 2026

oleh -13 Dilihat
produksi-jagung-sumbar-digenjot,-rahmat-saleh-pasang-target-4.000-hektar-di-tahun-2026
Produksi Jagung Sumbar Digenjot, Rahmat Saleh Pasang Target 4.000 Hektar di Tahun 2026

Pesisir Selatan – Pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan naik menjadi 4.000 hektare pada 2026, menyusul capaian 3.000 hektare pada 2025. Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut peningkatan itu menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Rahmat menyampaikan hal itu saat meninjau pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung potensi lahan yang dinilai masih sangat besar untuk pengembangan jagung di wilayah tersebut.

“Hari ini kita meninjau langsung realisasi penanaman jagung di Ranah Pesisir. Potensinya luar biasa, sepanjang mata memandang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan jagung,” ujarnya.

Menurut Rahmat, Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah strategis dalam pengembangan jagung di Sumbar. Pada 2025, sekitar 800 hektare dari total 3.000 hektare lahan jagung provinsi tercatat berada di kabupaten itu.

Ia menilai masih banyak lahan yang bisa digarap untuk mengejar target tahun depan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah akan diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

“Bantuan bibit sudah kita dorong, tapi yang lebih penting adalah memastikan penanaman benar-benar terjadi dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan kepada petani tidak hanya berupa pendampingan, tetapi juga penyaluran benih jagung agar produktivitas lahan meningkat.

Rahmat menegaskan, target 4.000 hektare pada 2026 merupakan bagian dari upaya menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bagian dari upaya kita menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dapat berjalan seiring agar perluasan lahan tanam di Sumbar juga diikuti kenaikan produksi jagung.

“Semua harus berjalan beriringan, tidak bisa sendiri-sendiri, jika kita ingin mencapai target yang telah ditetapkan,” harapnya.