Soroti Performa Miris Semen Padang FC di BRI Super League 2025/26

oleh -12 Dilihat
miris,-performa-semen-padang-fc-di-bri-super-league-2025/26.-raungan-suporter-kini-hening
Miris, Performa Semen Padang FC di BRI Super League 2025/26. Raungan Suporter Kini Hening

Padang – Semen Padang FC kembali berada di ujung tanduk setelah rentetan hasil buruk di BRI Super League 2025/26 membuat Kabau Sirah makin dekat dengan zona degradasi. Hingga pekan ke-30, tim kebanggaan Ranah Minang itu baru mengoleksi 20 poin dari 30 pertandingan dan bertahan di peringkat ke-17.

Situasi ini menjadi salah satu catatan terburuk dalam sejarah klub. Dari 29 laga yang sudah dijalani sebelum pekan ke-30, Semen Padang FC menelan 19 kekalahan, atau lebih dari separuh pertandingan musim ini berakhir pahit.

Memasuki April 2026, performa tim justru semakin memburuk. Kabau Sirah menelan lima kekalahan beruntun dan makin tenggelam di zona merah.

Rangkaian kekalahan itu terjadi saat menghadapi Persis Solo dengan skor 1-2 di kandang lawan pada pekan ke-27, lalu takluk 0-2 dari Persijap Jepara di kandang pada pekan ke-28. Setelah itu, Semen Padang FC kalah 0-3 dari Borneo FC di partai tandang pekan ke-29, dan kembali menyerah 0-1 kepada Madura United di kandang pada pekan ke-30.

Dalam tiga laga terakhir saja, gawang Semen Padang FC kebobolan enam gol tanpa mampu membalas satu pun. Dua dari tiga kekalahan itu bahkan terjadi di depan pendukung sendiri di Stadion Haji Agus Salim.

Pelatih Imran Nahumarury mengakui hasil tersebut jauh dari harapan. Seusai Semen Padang FC dibungkam Persijap Jepara 0-2 pada 20 April 2026, ia menyampaikan kekecewaannya.

“Apa yang kita inginkan tak tercapai. Kecewa pasti. Suporter, pemain, semua kecewa dan semua sudah perbaiki attacking, defending, transisi,” ujar Imran.

Kekecewaan itu belum berhenti. Setelah lima kekalahan beruntun, Imran juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat.

Krisis yang dialami Semen Padang FC tak lepas dari pergantian di kursi pelatih. Pada awal Maret 2026, manajemen memutuskan memecat Dejan Antonic hanya beberapa jam setelah tim bermain imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta di kandang sendiri. Manajemen menilai hasil itu sangat mengecewakan.

“Hasil yang sangat mengecewakan pada pertandingan hari ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen. Untuk itu, manajemen memutuskan melakukan pergantian pelatih demi perbaikan dan peningkatan performa tim ke depan,” kata Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade.

Dejan sebelumnya sempat menyoroti buruknya penyelesaian akhir anak asuhnya. Namun dominasi permainan tanpa gol tidak cukup untuk menjaga posisinya. Manajemen kemudian bergerak cepat menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala baru.

Harapan besar sempat disematkan kepada pelatih anyar itu, tetapi hasil di lapangan justru berbalik arah. Di bawah asuhannya, Semen Padang FC malah mencatat lima kekalahan beruntun.

Kini, tim asal Sumatera Barat itu hanya menyisakan empat pertandingan lagi untuk menyelamatkan diri. Meski secara matematis peluang keluar dari zona degradasi sangat tipis, kans itu belum sepenuhnya tertutup.

Di luar angka dan klasemen, ada persoalan lain yang tak kalah penting: hubungan emosional antara tim dan suporternya. Stadion Haji Agus Salim yang dulu dikenal angker bagi lawan, kini terasa jauh lebih sepi. Sorak-sorai, terompet, dan dentuman gendang yang dulu menjadi ciri khas dukungan suporter, tak lagi bergema seperti dulu.

Padahal, sejarah mencatat suporter Semen Padang FC dikenal sangat fanatik. Mereka tetap hadir saat tim menang maupun kalah, bahkan rela melakukan apa pun demi mendukung klub kebanggaan.

Kini, di tengah tekanan degradasi, dukungan itu tampak tidak sekuat dulu. Meski demikian, masih ada sejumlah kelompok suporter yang bertahan, di antaranya The Kmers, Spartacks, UWS 1980, dan Padang Fans.

Kelompok-kelompok itu masih tercatat aktif mendukung tim, meski jumlah mereka tidak sebanyak sebelumnya. Semangat mereka tetap hadir di tengah situasi sulit yang dialami klub.

Manajemen juga berupaya merangkul kembali basis pendukung. Andre Rosiade menggelar pertemuan dengan puluhan suporter di Rumah Makan Silungkang untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara manajemen dan pendukung.

“Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi hari ini. Kami sebagai penasihat meminta manajemen baru agar rutin berkomunikasi dengan suporter supaya tidak ada lagi sumbatan komunikasi,” kata Andre dalam pertemuan pada November 2025.

Di tengah situasi genting ini, sisa empat laga menjadi penentu nasib Semen Padang FC. Peluang untuk bertahan memang sempit, tetapi sepak bola kerap menghadirkan kejutan selama masih ada keyakinan.

Yang pasti, perjalanan musim ini kembali mengajarkan bahwa kesetiaan suporter paling terlihat saat tim sedang terpuruk. Saat klub berjaya, dukungan mudah datang. Namun ketika tim jatuh, kehadiran suporter justru menjadi penanda sejauh mana ikatan itu benar-benar hidup.