Wali Kota Padang Jelaskan Pengelolaan Call Center 112

oleh -17 Dilihat
padang-jadi-contoh,-wali-kota-uraikan-pengelolaan-call-center-112-di-rakor-smart-city-sumbar
Padang Jadi Contoh, Wali Kota Uraikan Pengelolaan Call Center 112 di Rakor Smart City Sumbar

Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pentingnya layanan darurat berbasis teknologi saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi dan Rapat Koordinasi bertema “Penguatan Smart City Melalui Aktivasi Call 112: Data Tepat, Bantuan Cepat, Daerah Hebat” di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (29/4/2026).

Forum yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Sumatera Barat itu membahas percepatan penerapan Call Center 112 di seluruh kabupaten dan kota. Program tersebut menjadi bagian dari dorongan memperkuat konsep smart city di daerah.

Dalam pemaparannya, Fadly menguraikan pengalaman Kota Padang dalam mengelola Call Center 112 sebagai sistem respons kedaruratan yang cepat, tepat, dan berbasis data. Ia menekankan bahwa layanan itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat menerima aduan, tetapi juga menjadi pusat kendali penanganan keadaan darurat lintas sektor.

“Call Center 112 bukan sekadar layanan aduan, tetapi menjadi tulang punggung sistem respons darurat di tengah masyarakat. Layanan ini masuk dalam kerangka Program Unggulan Padang Sigap melalui aktivasi Sigap Call Center 112,” kata Fadly.

Ia menjelaskan, pengoperasian layanan tersebut memerlukan kesiapan infrastruktur digital, sumber daya manusia yang memadai, serta koordinasi antarpemangku kepentingan yang solid. Menurut dia, sinergi dengan layanan kesehatan, pemadam kebakaran, hingga dukungan TNI-Polri menjadi faktor penting agar penanganan darurat berjalan cepat dan terarah.

Fadly menilai pengalaman Padang dalam menjalankan Call Center 112 bisa menjadi acuan bagi daerah lain di Sumatera Barat yang ingin mengembangkan layanan publik berbasis teknologi dan respons cepat.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Diskominfotik Sumbar Eko Faisal menekankan bahwa komitmen bersama menjadi kunci dalam mewujudkan layanan publik digital yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.

“Penguatan smart city harus dimulai dari layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat, salah satunya layanan kedaruratan. Integrasi Call 112 menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Eko berharap sosialisasi dan rakor tersebut mendorong seluruh daerah di Sumatera Barat mengadopsi dan mengoptimalkan Call Center 112 secara terintegrasi, mengikuti praktik yang telah diterapkan Kota Padang.

“Semoga kita terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat penanganan kedaruratan menuju daerah yang lebih cerdas dan responsif. Kami mengapresiasi pengelolaan Call Center 112 di Padang yang telah berjalan optimal, sehingga layak menjadi role model,” tambahnya.

Rakor tersebut turut dihadiri perwakilan OPD terkait dari pemerintah daerah se-Sumatera Barat.

Sejumlah narasumber lain juga menyampaikan pandangan, di antaranya Ketua Tim Kerja Fasilitasi Perlindungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Digital Agung Setyo Utomo, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfotik Sumbar Teddi Rafdianto, serta perwakilan PT Trada Telkom Indonesia dan PT City Asia Internasional.