Menkomdigi Minta Publik Hentikan Sebaran Video Kecelakaan KRL

oleh -13 Dilihat
menkomdigi-minta-publik-hentikan-sebaran-video-kecelakaan-krl
Menkomdigi Minta Publik Hentikan Sebaran Video Kecelakaan KRL

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta masyarakat menghentikan penyebaran video kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Meutya menilai, kendali atas penyebaran konten seperti itu sangat ditentukan oleh kesadaran publik. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan musibah sebagai bahan untuk dibagikan ke ruang digital.

“Kita sedang berhadapan dengan musibah yang sangat menyesakkan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang justru melukai korban dan keluarganya,” kata Meutya.

Imbauan itu disampaikan Meutya saat ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa, 28 April 2026.

Ia menegaskan, tidak semua peristiwa layak diunggah ke media sosial. Dalam kasus video kecelakaan tersebut, Meutya menyoroti dua risiko utama ketika konten menyebar luas.

Risiko pertama adalah beredarnya informasi yang belum terverifikasi. Risiko kedua, menurut dia, adalah pengulangan visual yang mengerikan dan bisa memicu trauma psikologis, terutama bagi keluarga korban.

“Walaupun informasinya benar, kalau terus diulang-ulang, dampaknya bisa sangat buruk secara psikis bagi keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.

Meutya menegaskan, seruan itu ia sampaikan semata-mata atas pertimbangan kemanusiaan.

Ia pun meminta masyarakat tidak menyebarkan konten secara berlebihan maupun membagikan informasi yang menyesatkan karena dapat berdampak buruk bagi korban dan keluarga mereka.