BNPB Perluas Huntap Sepablock untuk Korban Sumbar

oleh -30 Dilihat
bnpb-perluas-huntap-sepablock-untuk-korban-bencana-sumbar
BNPB Perluas Huntap Sepablock Untuk Korban Bencana Sumbar

Limapuluh Kota – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian tetap mandiri bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat dengan menggunakan Sepablock, bata interlock produksi PT Semen Padang. Program yang sebelumnya berjalan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman itu kini diperluas ke Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Agam.

Di Limapuluh Kota, peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri dilakukan di Jorong Lubuk Aur, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Rabu (15/4/2026). Sekretaris Utama BNPB Rustian hadir bersama Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dalam agenda tersebut.

Sejumlah kepala OPD Pemkab Limapuluh Kota, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan PT Semen Padang yang diwakili Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi Yelmi Arya Putra turut menghadiri kegiatan itu.

Sehari berselang, Kamis (16/4/2026), peletakan batu pertama kembali digelar di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Rustian hadir bersama Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal, disaksikan Kepala Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja.

Rustian mengatakan, penggunaan Sepablock dipilih setelah melalui sejumlah pertimbangan. Material itu dinilai ramah lingkungan, lebih estetis, dan lebih cepat dipasang dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, kata dia, bangunan yang dihasilkan juga lebih tahan gempa sehingga cocok untuk daerah rawan bencana seperti Sumatera Barat. “Karena itu, kami membutuhkan solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Sepablock menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Dengan Sepablock, waktu pengerjaan huntap bisa dipangkas sehingga warga yang masih tinggal di hunian sementara dapat lebih cepat menempati rumah permanen.

Rustian juga menyebut pemanfaatan Sepablock tidak hanya dilakukan BNPB. Sejumlah lembaga kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi dan dunia usaha melalui Kadin juga menggunakan produk tersebut untuk membangun huntap di berbagai daerah terdampak. “Kami dari BNPB juga akan memperluas penggunaan Sepablock ke luar Sumatera Barat, seperti di Aceh dan Sumatera Utara yang juga mengalami bencana hidrometeorologi,” katanya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang mengapresiasi langkah BNPB dalam pembangunan huntap mandiri untuk warganya. Menurut dia, konsep hunian mandiri memberi keleluasaan, terutama bagi masyarakat yang memiliki lahan sendiri.

Safni menilai Sepablock dapat menghadirkan rumah tipe 36 yang layak huni dengan kualitas terjamin. Ia menyebut ada 47 kepala keluarga yang sudah menyatakan siap direlokasi ke huntap mandiri. “Kami optimistis penggunaan Sepablock ini akan menghasilkan hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat. Kami berharap pembangunan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Safni juga menjelaskan dampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya yang merusak 514 unit rumah, baik ringan maupun berat. Untuk rumah rusak berat, pemerintah daerah telah melakukan pendataan guna menentukan skema relokasi, baik ke hunian terpadu maupun hunian mandiri.

Menurut dia, relokasi ke huntap mandiri dapat berjalan lebih cepat selama lahan tersedia dan warga siap pindah. Ia memperkirakan jumlah keluarga yang bersedia direlokasi masih bisa bertambah karena pembangunan huntap mandiri dinilai lebih singkat dibanding hunian terpadu.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Agam Muhammad Ikbal saat peletakan batu pertama di Palembayan. Ia menilai huntap mandiri lebih fleksibel dibanding hunian terpadu karena bisa menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Ikbal menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh program pemerintah pusat demi mempercepat pemulihan warga terdampak.

“Bagi kami yang terpenting adalah masyarakat bisa segera keluar dari hunian sementara dan menempati rumah yang layak. Dengan Sepablock, proses ini bisa dipercepat, dan hunian juga berkualitas,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam Rinaldi menambahkan, total huntap mandiri yang dibangun BNPB di Agam mencapai 1.089 unit. Menurut dia, penggunaan Sepablock menjadi salah satu penopang percepatan konstruksi.

“Percepatan pembangunan huntap menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera beralih dari huntara ke hunian tetap yang lebih aman dan nyaman. Makanya, kami juga mengapresiasi PT Semen Padang yang telah mendukung pembangunan huntap mandiri ini melalui produk Sepablock,” ujarnya.

Dari sisi penyedia material, PT Semen Padang memastikan kesiapan mendukung pembangunan tersebut. Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menyatakan perusahaan siap memasok kebutuhan semen dan Sepablock secara optimal.

“Sepablock tidak hanya memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pembangunan, tetapi juga menjamin kualitas bangunan. Hunian yang dibangun akan lebih nyaman, kokoh, dan layak untuk ditempati dalam jangka panjang. Kami siap mendukung pasokan Sepablock untuk membangun huntap untuk korban bencana di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha diharapkan membuat pembangunan huntap mandiri di Sumatera Barat berjalan cepat dan tepat sasaran. Program ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa mendatang.