Pesisir Selatan Bangun Kembali Jembatan Limau-limau Usai Banjir

oleh -102 Dilihat
pemkab-pesisir-selatan-percepat-pembangunan-jembatan-limau-limau-pasca-banjir
Pemkab Pesisir Selatan Percepat Pembangunan Jembatan Limau-limau Pasca Banjir

Pesisir Selatan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memastikan pembangunan kembali jembatan Limau-limau, yang menjadi akses utama bagi warga Ngalau Gadang, Bayang Utara. Jembatan ini putus akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut.

Kepastian ini menjadi harapan baru bagi 678 jiwa penduduk Ngalau Gadang yang telah terisolasi selama lebih dari 40 hari. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga terganggu akibat putusnya jembatan.

Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, bersama ahli jembatan, telah melakukan survei lapangan pada Senin (5/1/2026). Survei ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Pesisir Selatan, Sekretaris Camat Bayang Utara, Wali Nagari Limau Gadang, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Kondisi Ngalau Gadang sudah lebih dari 40 hari terisolasi. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat benar-benar terganggu,” tegas Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal.

Dari hasil survei, terdapat tiga opsi untuk membuka kembali akses ke Ngalau Gadang. Opsi tersebut meliputi pembangunan gorong-gorong baja tipe Aramco, jembatan Bailey, dan jembatan gelagar besi tipe IWF.

Jembatan Bailey dan jembatan gelagar besi IWF dinilai sebagai solusi yang paling memungkinkan dan aman untuk segera dibangun.

DPRD Pesisir Selatan menyatakan siap mendukung penuh pembangunan jembatan, baik dari sisi anggaran maupun pengawasan.

Pemerintah daerah akan mengupayakan bantuan jembatan Bailey dari pemerintah pusat. Sebagai alternatif, Sekretaris Daerah (Sekda) menyiapkan pembangunan jembatan gelagar besi IWF dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan CSR.

Ngalau Gadang merupakan wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025. Bencana tersebut menyebabkan 10 rumah hanyut dan tertimbun longsor, 13 rumah terancam longsor susulan, dan 120 rumah warga terisolasi.

Saat ini, warga dan TNI AD baru mampu membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Pemerintah daerah dan DPRD menilai pembangunan jembatan permanen sangat mendesak untuk memulihkan kondisi sosial, pendidikan, dan perekonomian warga.