Kuala Simpang – Korban banjir di Aceh Tamiang segera memiliki hunian sementara (huntara) yang layak. Danantara memastikan huntara yang dibangun di Kuala Simpang siap digunakan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh COO Danantara, Dony Oskaria, saat meninjau lokasi pembangunan.
Huntara ini berbeda dari sebelumnya, dibangun lebih kokoh dan dilengkapi berbagai fasilitas.
Menurut informasi yang dihimpun, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau langsung huntara tersebut pada Kamis (1/1/2026).
Huntara Danantara dibangun dengan tiang besi dan baja ringan, berdiri di atas fondasi kokoh setinggi setengah meter.
Setiap unit huntara dilengkapi kasur, bantal, dipan, lemari, listrik, wifi, taman bermain anak, air bersih, dan toilet.
Danantara menggandeng sejumlah BUMN karya untuk membangun huntara ini.
Dony Oskaria memastikan pembangunan huntara sesuai standar dan layak huni.
Danantara Indonesia bersama BP BUMN terus mengawal pembangunan huntara. Lokasi huntara bahkan menjadi daya tarik baru bagi warga setempat.
“Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk segera menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi para pengungsi,” kata Dony Oskaria, Rabu (31/12).
Danantara Indonesia bersama BP BUMN, sejumlah BUMN, dan Himbara terus memacu percepatan pembangunan huntara bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Seorang warga di lokasi huntara mengaku senang dengan pembangunan huntara tersebut. “Kita suka, bagus, kami kira pakai kayu saja,” ujarnya.
Seorang pekerja, Arman, juga menyatakan bahwa pembangunan huntara ini bagus dan sesuai standar. “Saya yang bekerja, saya tahu ini bagus,” katanya.
Huntara ini dibangun bersusun dengan atap tungkus nasi dan halaman yang memadai, terletak di tepi jalan antara Kuala Simpang dan Langsa.






