Pemprov Sumbar Kerahkan Alat Berat, Percepat Penanganan Bencana

oleh -211 Dilihat
35-alat-berat-dan-940-geobag-dikerahkan,-pemprov-sumbar-percepat-penanganan-dampak-bencana-hidrometeorologi
35 Alat Berat dan 940 Geobag Dikerahkan, Pemprov Sumbar Percepat Penanganan Dampak Bencana Hidrometeorologi

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) meningkatkan upaya penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Fokus utama saat ini adalah percepatan normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumbar, Rifda Suriani, pihaknya telah mengerahkan sumber daya yang signifikan ke lapangan. “Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami diminta memaksimalkan penanganan di lapangan,” ujarnya di Padang, Sabtu (13/12/2025). Secara keseluruhan, 35 unit alat berat dan 940 geobag telah didistribusikan ke berbagai lokasi terdampak.

Sebagai langkah terbaru, tiga unit alat berat dikirim ke Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk mempercepat normalisasi aliran sungai pasca banjir bandang. Operasional alat berat ini telah dimulai sejak 25 November 2025, bersamaan dengan penetapan status tanggap darurat bencana tingkat provinsi.

Rifda merinci bahwa penyebaran alat berat mencakup lima kabupaten/kota, dengan 22 unit di Kota Padang, dua unit di Kabupaten Padang Pariaman, empat unit di Kabupaten Pesisir Selatan, dua unit di Kabupaten Solok, dan lima unit di Kabupaten Agam.

Bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur sumber daya air. Tercatat, 24 unit bendung irigasi terdampak, serta kerusakan pada bangunan penguatan tebing (seawall) dan jaringan irigasi. “Total panjang kerusakan akumulatif mencapai 6,9 kilometer untuk seawall dan 3,5 kilometer untuk saluran irigasi,” jelas Rifda. Perbaikan telah dimulai secara bertahap, seiring dengan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen sisa banjir bandang.

Rifda mengakui bahwa pemulihan akan memakan waktu dan memerlukan dukungan anggaran yang besar. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian PU serta BUMN Karya untuk memperkuat dukungan tenaga dan peralatan di lapangan. “Hasil koordinasi tersebut cukup efektif. Dua unit alat berat yang saat ini bekerja di Batu Busuak merupakan dukungan dari Hutama Karya Infrastruktur, hasil komunikasi langsung Bapak Gubernur,” pungkasnya.