Padang Pariaman – InJourney Group, melalui anak perusahaannya InJourney Airports (API), berkolaborasi dengan Bukit Asam untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
Pada hari Rabu (3/12/2025), tim yang terdiri dari delapan personel GURILA dan karyawan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), ditambah 12 personel dari Bukit Asam, diterjunkan langsung ke lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan. Prioritas utama adalah mempercepat proses distribusi agar bantuan segera sampai kepada yang membutuhkan.
Feni Lindriany, Branch Communication & CSR BIM, menyatakan bahwa respons cepat ini merupakan wujud komitmen InJourney dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. “Kami segera mengerahkan tim dan membawa logistik karena masyarakat membutuhkan bantuan cepat dan tepat. InJourney berkomitmen hadir dalam situasi darurat,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, perlengkapan bayi, peralatan listrik, terpal, dan penerangan. Distribusi difokuskan pada wilayah-wilayah yang paling parah terkena dampak, termasuk Banda Cino dan Pasar Usang di Padang Pariaman, serta Sungai Batang dan Sigiran di Kecamatan Tanjung Raya, Maninjau, Kabupaten Agam. Pendataan kebutuhan terus dilakukan untuk memastikan bantuan terdistribusi secara merata.
Setelah serah terima di posko induk, Tim GURILA bergerak menuju Banda Cino dan Pasar Usang untuk memastikan bantuan terdistribusi sesuai dengan daftar kebutuhan yang telah dikumpulkan. Rincian logistik yang disalurkan meliputi 20 bingkisan, 10 karung beras, 10 dus air mineral, 1 dus minyak, 5 karpet telur, 2 dus mi instan, 1 plastik popok, serta pakaian layak pakai untuk Banda Cino. Sementara itu, Pasar Usang (Tali Air) menerima 16 karung pakaian layak pakai, 5 kardus air mineral, dan 1 kardus gula. Maninjau menerima 36 karung beras 5 kg, 10 karung beras 10 kg, 2 unit genset 1.100, 1 terpal, 2 dus gula, sabun, detergen, susu bayi, minyak goreng, sampo, teh, kopi, berbagai kebutuhan rumah tangga, sardines, dan 800 bungkus mi instan.
Selain penyaluran logistik, tim juga melakukan pemantauan terhadap akses jalan dan mengidentifikasi kebutuhan tambahan warga. Langkah ini bertujuan untuk mengevaluasi kemungkinan distribusi lanjutan. Feni Lindriany menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam mempercepat proses pemulihan. “Kami bekerja bersama relawan di lapangan agar bantuan tepat sasaran. InJourney akan terus memantau kebutuhan masyarakat,” katanya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan bagi warga terdampak. InJourney menargetkan agar seluruh dukungan dapat diterima tanpa kendala distribusi dan berencana melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kebutuhan tambahan dapat segera dipenuhi.






