Nindya Karya Pulihkan Infrastruktur Sumatra Pasca-Bencana Bersama Danantara

oleh -215 Dilihat
nindya-karya-dan-danantara-indonesia-kolaborasi-pulihkan-bencana-di-sumatra
Nindya Karya dan Danantara Indonesia Kolaborasi Pulihkan Bencana di Sumatra

Aceh – BUMN Nindya Karya bersama Danantara Indonesia bersinergi dalam upaya percepatan pemulihan pasca-bencana galodo yang melanda tiga provinsi di Sumatra. Fokus utama adalah pemulihan infrastruktur vital dan penyediaan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Sejak hari pertama pasca-bencana, Nindya Karya telah mengerahkan sumber daya dan alat berat ke wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kolaborasi dengan Danantara Indonesia mempercepat operasi tanggap darurat dan pemulihan pasca-bencana.

Prioritas utama di lapangan adalah pembukaan akses jalan yang tertutup akibat longsor dan banjir bandang. Upaya ini dilakukan di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Pembukaan akses jalan dinilai krusial untuk memulihkan mobilitas warga dan memperlancar distribusi logistik dan bantuan.

Selain pembukaan akses jalan, pembersihan material lumpur juga dilakukan di jalur Sungai Liput – Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang. Perusahaan mengerahkan sejumlah besar alat berat di berbagai lokasi terdampak. Data 11 Desember 2025 menunjukkan bahwa di Aceh, dikerahkan 2 unit Wheel Loader, 6 unit Dump Truck, 1 unit Excavator, dan 1 unit Backhoe Loader. Di Sumatra Utara, 2 unit Wheel Loader dan 1 unit Dump Truck dioperasikan. Sementara itu, di Sumatra Barat, disiapkan 3 unit Excavator, 1 unit Wheel Loader, dan 1 unit Tangki BBM, dengan dukungan depo alat berat di Kota Padang.

Warga Tamiang Aceh, Anto, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan. “Kerja keras kepedulian Nindya Karya, buat kami tidak dibiarkan sendiri menghadapi bencana ini,” ujarnya.

Pengerukan sungai untuk normalisasi dan pembuatan tanggul juga menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur. Contohnya adalah pembersihan akses dan pembuatan Tanggul Sungai Aek Garoga serta Normalisasi Sungai Aek Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Di lokasi yang sama, dilakukan juga pengalihan akses di Sungai Siasis. Upaya pengerukan saluran resapan juga dilakukan di Kabupaten Pidie, Aceh.

Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Nindya Peduli turut mendirikan Posko Bantuan & Dapur Umum di lokasi terdampak. Di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, didirikan Posko Nindya Peduli dan Dapur Umum untuk menyediakan makanan hangat bagi warga. Posko Logistik juga didirikan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan non-fisik yang disalurkan mencakup penyediaan logistik & sembako, baju layak pakai, serta penyerahan bantuan kasur. Bantuan Sembako disalurkan di Kota Medan dan Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Selain itu, Nindya Karya juga memasang Toren Air Bersih di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga untuk memastikan ketersediaan sarana air bersih.

Direktur Utama PT. Nindya Karya, Firmansyah, menjelaskan bahwa pemulihan bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan kembali harapan. “Bagi kami, pemulihan bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan kembali harapan. Melalui penyaluran bantuan sembako, pelayanan di posko dan dapur umum, hingga kerja nyata di lapangan, kami berupaya memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan,” jelasnya.

Upaya pembersihan juga meluas ke fasilitas publik, seperti Pembersihan RSUD Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, dan Pembersihan Jalur Rel Kereta Api di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Di Aceh, Nindya Karya juga membersihkan permukiman warga di Kabupaten Pidie.

Komitmen bersama antara Nindya Karya dan Danantara Indonesia diharapkan menjadi pondasi penting bagi percepatan pemulihan pasca bencana, sekaligus memastikan aktivitas warga terdampak dapat pulih sepenuhnya.