Gubernur Sumbar Serukan Solidaritas Penuh Antardaerah untuk Percepatan Penanganan Bencana

oleh -144 Dilihat
gubernur-sumbar-serukan-solidaritas-penuh-antardaerah-untuk-percepatan-penanganan-bencana
Gubernur Sumbar Serukan Solidaritas Penuh Antardaerah untuk Percepatan Penanganan Bencana

Padang – Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Pemerintah Provinsi untuk memperkuat koordinasi penanganan. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyerukan kepada seluruh kepala daerah di Sumbar untuk bersatu dalam menghadapi dampak bencana yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.

Data terkini menunjukkan bahwa 194 orang meninggal dunia dan 216 lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Akses ke beberapa wilayah masih terhambat akibat infrastruktur yang rusak parah dan cuaca yang tidak mendukung.

Kerusakan jalan dan jembatan di Kabupaten Agam memperlambat evakuasi warga. Sementara itu, Pasaman Barat melaporkan kerusakan permukiman yang meluas, dan Kota Padang Panjang mengalami gangguan layanan dasar akibat longsor.

Kabupaten Tanah Datar juga mengalami dampak serupa, dengan banjir bandang yang menghanyutkan puluhan rumah dan merusak lahan pertanian. Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan beberapa wilayah lainnya juga melaporkan kerusakan berat dan korban jiwa akibat bencana ini.

Menanggapi dampak yang meluas, Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong. Ia menyatakan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab daerah terdampak. “Hari ini sebagian saudara kita berjuang dalam kesedihan yang mendalam. Jangan biarkan mereka berdiri sendiri. Kita punya kewajiban moral, sosial, dan kemanusiaan untuk saling menguatkan,” ujarnya di Padang, Rabu (3/12/2025).

Gubernur menginstruksikan daerah-daerah yang tidak terdampak untuk segera memberikan dukungan, termasuk alat berat, sumber daya manusia teknis, relawan, logistik, dan alokasi anggaran sesuai kemampuan masing-masing. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Saya meminta seluruh bupati dan wali kota untuk bergerak cepat memberikan bantuan konkret. Penanganan bencana ini adalah tugas bersama sebagai satu kesatuan Sumatera Barat,” katanya.

Koordinasi lintas daerah juga menjadi fokus utama. Gubernur Mahyeldi meminta agar BPBD kabupaten/kota dan BPBD Provinsi Sumbar memperkuat koordinasi untuk memastikan dukungan yang diberikan tepat sasaran. Sinergi antardaerah diharapkan dapat mempercepat upaya penyelamatan dan pemulihan.

Gubernur Mahyeldi menutup seruannya dengan mengajak seluruh masyarakat Sumbar untuk memperkuat kebersamaan. “Bencana boleh memisahkan jarak, tetapi tidak boleh memisahkan kepedulian. Mari berdiri bersama, kirimkan bantuan terbaik, dan tunjukkan bahwa Sumatera Barat adalah rumah besar yang selalu saling menjaga,” pungkasnya.