Data Korban Bencana Sumbar: 90 Meninggal, 86 Hilang

oleh -185 Dilihat
data-sementara-korban-bencana-sumbar,-90-meninggal-dunia-dan-86-masih-dinyatakan-hilang
Data Sementara Korban Bencana Sumbar, 90 Meninggal Dunia dan 86 Masih Dinyatakan Hilang

Agam Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat

Padang – Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak 21 November 2025 terus dievaluasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Pusdalops BPBD mengumumkan pembaruan data korban, Sabtu (29/11), menunjukkan Kabupaten Agam sebagai wilayah dengan jumlah korban meninggal dan hilang tertinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa data terbaru menunjukkan total 90 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana tersebut. Data ini merupakan akumulasi laporan resmi dari berbagai kabupaten/kota yang terdampak.

“Hingga saat ini, berdasarkan data yang masuk, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 74 korban meninggal dan 78 orang masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Penambahan data korban juga dilaporkan dari Kabupaten Tanah Datar. “Sebelumnya, laporan korban jiwa dan orang hilang dari Tanah Datar, nihil. Berdasarkan laporan terbarunya, sekarang ada 2 orang korban meninggal dunia dan 1 orang hilang,” jelas Arry Yuswandi.

Arry Yuswandi menegaskan bahwa data korban akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan situasi di lapangan. Dari total 16 kabupaten/kota yang terdampak, 9 daerah melaporkan tidak ada korban jiwa maupun orang hilang. Sementara itu, 7 daerah lainnya mencatat adanya korban jiwa atau orang hilang.

Berikut rincian sebaran korban per kabupaten/kota: Kabupaten Agam (74 meninggal, 78 hilang), Kota Padang Panjang (7 meninggal, 0 hilang), Kota Padang (5 meninggal, 0 hilang), Kabupaten Tanah Datar (2 meninggal, 1 hilang), Kabupaten Pasaman Barat (1 meninggal, 6 hilang), Kabupaten Padang Pariaman (0 meninggal, 1 hilang), dan Kota Solok (1 meninggal, 0 hilang). Sembilan daerah lain, termasuk Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pesisir Selatan, melaporkan nihil korban jiwa dan orang hilang.

“Dengan bertambahnya korban dari Tanah Datar, maka jumlah total korban bencana hidrometeorologi hingga saat ini berjumlah 90 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus memantau dan memperbarui informasi terkait bencana ini melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar. Perkembangan data korban, kerusakan, hingga kebutuhan penanganan darurat akan diinformasikan secara berkala.