Rahmat Saleh: Hari Pahlawan Momentum Generasi Muda Bangun Daerah

oleh -94 Dilihat
hari-pahlawan,-rahmat-saleh-ingatkan-keteladanan-tokoh-sumbar-untuk-bangsa
Hari Pahlawan, Rahmat Saleh Ingatkan Keteladanan Tokoh Sumbar untuk Bangsa

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI menyoroti perlunya generasi muda Sumatera Barat untuk lebih dilibatkan dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikan seiring dengan peringatan Hari Pahlawan.

Pada Senin (10/11/2025), Rahmat Saleh menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan harus menjadi momentum untuk merefleksikan dan melanjutkan perjuangan para pahlawan. “Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi refleksi dan dorongan untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam konteks kekinian,” ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan bahwa Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh nasional. “Kita memiliki banyak pahlawan dari ranah Minang yang berjuang tanpa pamrih, seperti Tuanku Imam Bonjol, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir. Semangat mereka harus terus hidup, terutama di kalangan generasi muda,” katanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu, namun esensinya tetap sama, yaitu bagaimana berkontribusi bagi bangsa dan daerah. Ia mencontohkan, “Kalau dulu pahlawan berjuang dengan bambu runcing, sekarang perjuangan itu bisa dilakukan dengan cara berinovasi, mengedukasi masyarakat, dan membangun ekonomi lokal.”

Rahmat menyoroti potensi besar yang dimiliki pemuda Sumbar di berbagai sektor. “Saya sering temui pemuda dengan ide-ide hebat di sektor pertanian, digital, dan pariwisata. Namun, akses untuk berkembang dinilai masih terbatas. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas pendidikan.

Rahmat mengingatkan bahwa nilai perjuangan tidak hanya diukur dari tindakan besar, tetapi juga dari keikhlasan dan ketulusan dalam bekerja untuk masyarakat. “Mereka juga pahlawan masa kini. Kita sering lupa bahwa perjuangan bisa dimulai dari hal kecil yang memberi manfaat besar,” tuturnya, mencontohkan guru di pelosok, tenaga kesehatan, serta petani dan nelayan.

Lebih lanjut, Rahmat berharap peringatan Hari Pahlawan dapat memperkuat jati diri masyarakat Minangkabau dengan semangat gotong royong dan kemandirian. “Kalau semangat gotong royong itu kita rawat, saya yakin Sumbar akan tetap menjadi daerah yang tangguh dan berdaya saing,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengisi semangat perjuangan dengan kerja nyata demi kemajuan Sumatera Barat. “Kita tidak bisa hanya bangga pada sejarah. Tugas kita sekarang adalah menulis sejarah baru lewat kerja keras dan dedikasi,” pungkasnya.