Pemprov Sumbar Tanggap, Kirim Bantuan Beras untuk Korban Kebakaran

oleh -245 Dilihat
respons-cepat,-pemprov-sumbar-salurkan-317-kg-beras-untuk-dapur-umum-kebakaran-pasar-gadang
Respons Cepat, Pemprov Sumbar Salurkan 317 Kg Beras untuk Dapur Umum Kebakaran Pasar Gadang

Padang – Dampak kebakaran yang menghancurkan belasan rumah di Kelurahan Pasa Gadang, Kota Padang, memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bantuan logistik berupa beras disalurkan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal.

Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar bergerak cepat menyalurkan 317 kilogram beras reguler. Bantuan ini diperuntukkan bagi operasional dapur umum yang didirikan untuk melayani kebutuhan makan warga terdampak selama empat hari ke depan.

Kepala Dinsos Sumbar, Syaifullah, memimpin langsung peninjauan lokasi kebakaran dan penyaluran bantuan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Sumbar, Jhoneri; Ketua Tim PSKBA Dinsos Sumbar, Muslimin; dan Ketua Tim PSKBS Dinsos Sumbar, Andra Rizki S.

“Atas nama keluarga besar Pemprov Sumbar, kami ucapkan turut berduka cita atas musibah yang dialami warga kita di Pasa Gadang,” ujar Syaifullah. Ia menambahkan, bantuan beras tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur untuk membantu warga terdampak hingga Senin mendatang.

Lebih lanjut, Syaifullah menjelaskan bahwa Dinsos Sumbar telah berkoordinasi dengan Dinsos Kota Padang untuk memastikan pemenuhan kebutuhan logistik lainnya. Kesepakatan mendirikan dapur umum pun dicapai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 120 jiwa warga terdampak mulai 10 Oktober hingga 13 Oktober.

“Kita sudah antar bantuan kebutuhan beras untuk dapur umum sebanyak 317 kilogram. Bantuan tadi diterima oleh Koordinator Pelaksana Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinsos Kota Padang,” ungkap Syaifullah. Ia juga menambahkan bahwa pengoperasian dapur umum melibatkan 15 Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Dalam kesempatan tersebut, Syaifullah mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat menggunakan alat-alat yang berpotensi menjadi sumber api.