Prestasi Enam Bulan Danantara di Bawah COO Dony Oskaria

oleh -425 Dilihat
prestasi-enam-bulan-danantara-di-bawah-coo-dony-oskaria
Prestasi Enam Bulan Danantara di Bawah COO Dony Oskaria

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia, tengah menjadi sorotan atas langkah strategisnya dalam mengelola kekayaan negara melalui investasi. Pembentukan lembaga ini tak terlepas dari pengesahan perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 24 Februari 2025, yang menandai perubahan paradigma tata kelola aset negara.

Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara, memegang peranan sentral dalam mengarahkan strategi dan memperluas jaringan lembaga tersebut. Salah satu pencapaian monumental di bawah koordinasinya adalah keberhasilan memperoleh pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS dari konsorsium 12 bank asing. “Capaian tersebut merepresentasikan simbol kepercayaan internasional terhadap kredibilitas pengelolaan investasi Indonesia,” ujarnya.

Pendanaan ini, menurutnya, tidak hanya memberikan ruang fiskal baru, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia dalam peta kompetisi investasi internasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, langkah ini dianggap sebagai pencapaian strategis bagi institusi yang relatif baru.

Sebagai COO, Dony menginisiasi 22 program kerja (proker) untuk tahun buku 2025, yang berfokus pada restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan bisnis. Dari sisi restrukturisasi, Danantara bergerak cepat menata ulang bisnis maskapai penerbangan, manufaktur baja, proyek kereta cepat, dan sektor asuransi.

Pada ranah konsolidasi, fokus diarahkan pada perampingan berbagai sektor, termasuk konstruksi, pupuk, rumah sakit, perhotelan, gula, hilirisasi minyak, hingga kawasan industri. Sementara itu, dari sisi pengembangan, Danantara diarahkan untuk menjajaki sektor masa depan yang strategis, seperti koperasi, pangan, baterai, semen, perbankan syariah, telekomunikasi, hingga galangan kapal.

Visi Dony tidak hanya terbatas pada aspek finansial. Ia juga mendorong pendirian Danantara Indonesia Academy, sebuah universitas korporat berstandar internasional yang dibangun bekerja sama dengan sembilan universitas terkemuka dunia. Lembaga ini akan menawarkan pembelajaran umum dan khusus, dengan fokus pada kecerdasan buatan (AI), teknik, dan pengembangan sumber daya manusia. “Langkah ini merupakan terobosan penting karena menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak semata berbasis pada akumulasi modal, tetapi juga pada investasi pengetahuan dan penguatan kapasitas manusia,” katanya.

Di ranah internasional, Dony menjalin kemitraan dengan berbagai SWF kelas dunia. Kesepakatan dengan Qatar Investment Authority (QIA) pada April 2025 untuk membentuk dana investasi bersama senilai 4 miliar dolar AS menjadi salah satu contohnya. Kemitraan dengan Future Fund Australia pada Mei 2025 juga membuka akses bagi Danantara menjadi anggota International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF). Selain itu, kesepakatan dengan China Investment Corporation (CIC) bertujuan untuk membentuk platform investasi ASEAN-Tiongkok.

Keberhasilan ini diperkuat dengan penegakan tata kelola internal yang ketat. Dony menerapkan aturan yang mencerminkan kultur baru dalam pengelolaan BUMN, seperti larangan bermain golf pada hari kerja dan pembatasan penggunaan protokol berlebihan. Ia juga menginisiasi pemisahan risiko antara BUMN dan investasi dengan membentuk dua entitas khusus: Danantara Asset Management dan Danantara Investment Management.

Langkah-langkah Dony Oskaria dinilai sebagai model kepemimpinan transformasional. Ia tidak hanya mengurus operasional sehari-hari, tetapi juga menginspirasi, membangun visi, dan menggerakkan sumber daya menuju transformasi mendasar.

Namun, keberhasilan ini juga mengandung tantangan berat. Mengelola dana triliunan rupiah bukan hanya perkara kemampuan manajerial, tetapi juga soal menjaga integritas dalam dinamika politik nasional. “Posisi Dony sebagai COO menjadikannya berada di garis depan dalam memastikan bahwa strategi investasi tetap selaras dengan kepentingan bangsa, bukan sekadar kepentingan sesaat,” ungkapnya.

Keberhasilan Danantara di bawah kepemimpinan Dony membawa pesan penting bagi Indonesia, bahwa negara ini mampu membuktikan diri sebagai pengelola aset yang kredibel di mata dunia. Dengan kepemimpinan yang bersih, berani, dan visioner, lembaga negara bisa berubah menjadi instrumen kedaulatan ekonomi.

Prestasi Dony Oskaria sebagai COO Danantara adalah refleksi dari arah baru tata kelola nasional: modern, transparan, dan berorientasi pada masa depan. Dengan capaian monumental yang sudah diraih, Indonesia siap memasuki era baru pengelolaan kekayaan negara.