Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) mulai merancang kerja sama program dual degree yang ditujukan bagi dosen Fakultas Teknik UNP. Pembahasan itu berlangsung dalam forum “Discussion on Potential Collaboration” pada Selasa (5/5/2026) di Ruang Rapat Fakultas Teknik UNP.
Skema dua gelar dari dua universitas itu dipandang cocok karena bidang keilmuan dan struktur program studi FT UNP dan UniMAP memiliki banyak kesamaan. Kesamaan tersebut dinilai dapat memudahkan penyelarasan kurikulum sekaligus mempercepat pelaksanaan program.
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D, mengatakan program itu menjadi bagian dari upaya kampus mendorong dosen meraih kualifikasi doktor. Menurut dia, kemiripan program studi kedua institusi membuka ruang untuk kolaborasi yang lebih nyata.
“Kita memiliki target bagaimana dosen-dosen kita mencapai kualifikasi Ph.D. Universiti Malaysia Perlis memiliki banyak kemiripan dengan Fakultas Teknik UNP, terutama pada program studinya. Ini menjadi peluang untuk membangun kolaborasi pendidikan melalui program dual degree, satu program studi di dua universitas dengan dua ijazah,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema yang dibahas memungkinkan dosen menempuh pendidikan terintegrasi dari jenjang magister hingga doktoral. Dengan pola itu, sebagian tahapan S2 dan S3 dapat berjalan bersamaan sehingga masa studi lebih efisien. “Kita ingin mempercepat lahirnya dosen-dosen doktor, sebagai fondasi menuju universitas berbasis riset,” katanya.
Dari pihak UniMAP, Direktur Pusat Studi Pascasarjana Assoc. Prof. Dr. Rozyanty Rahman menyambut baik penjajakan tersebut. Ia menegaskan UniMAP siap memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UNP, melalui program doktoral yang fleksibel.
“Riset dapat dilakukan di dua tempat, di UniMAP dan di UNP, karena kami memahami dosen di sini sudah memiliki fasilitas riset yang memadai. Kami juga siap mendukung dari sisi peralatan dan supervisi,” ungkapnya.
Rozyanty menjelaskan, UniMAP menargetkan studi doktor dapat selesai dalam tiga tahun dengan pendampingan intensif. Ia juga menawarkan potongan biaya pendidikan berdasarkan jumlah peserta dari UNP. “Jika partisipasi meningkat, kami memberikan diskon yang signifikan. Ini bentuk komitmen kami untuk mendorong lebih banyak dosen melanjutkan studi ke jenjang S3,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, UNP dan UniMAP juga melakukan penyerahan simbolis Letter of Acceptance (LoA) kepada 24 dosen FT UNP yang berminat melanjutkan studi di UniMAP. Penyerahan itu menjadi langkah awal menuju pelaksanaan kerja sama yang lebih konkret, termasuk pengembangan dual degree, mobilitas dosen, riset bersama, dan publikasi kolaboratif.
Kedua institusi berharap penjajakan ini dapat memperkuat sinergi akademik lintas negara sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknik. Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen terhadap SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan melalui penguatan akses pendidikan tinggi dan kolaborasi internasional berkelanjutan.






