UNAND Gelar Muktamar AIPKI 2025: Bahas Transformasi Pendidikan

oleh -323 Dilihat
bahas-transformasi-pendidikan-kedokteran,-unand-jadi-tuan-rumah-muktamar-aipki-2025
Bahas Transformasi Pendidikan Kedokteran, UNAND Jadi Tuan Rumah Muktamar AIPKI 2025

Padang – Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) menjadi pusat perhatian nasional dengan dipercayanya sebagai tuan rumah Muktamar Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) tahun 2025. Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari 27 hingga 29 Juni 2025, di ZHM Premiere Hotel Padang, Sumatera Barat, mengusung tema sentral mengenai “Transformasi Pendidikan Kedokteran Menuju Pelayanan Kesehatan yang Unggul dan Berkarakter.”

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan, secara resmi membuka muktamar tersebut dengan melakukan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya acara. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan rencana pemerintah untuk meluncurkan 165 program spesialis baru dalam enam bulan mendatang, sebagai bagian dari upaya strategis nasional untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

Dekan FK UNAND, menyampaikan bahwa forum ini dihadiri oleh 298 delegasi yang mewakili 115 institusi pendidikan kedokteran dari seluruh penjuru Indonesia. “Ini adalah momentum penting untuk bersama-sama merumuskan arah baru pendidikan kedokteran nasional,” ujarnya pada Jumat (27/6/2025).

Rangkaian kegiatan muktamar tidak hanya terbatas pada sidang organisasi dan pemilihan Ketua AIPKI periode 2026-2028. Sesi keynote speech oleh Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, diskusi panel, serta pameran yang menampilkan 11 institusi pendidikan dan 5 pelaku UMKM turut memeriahkan acara. Penutupan muktamar akan diisi dengan city tour dan kunjungan ke Kampus UNAND di Limau Manis.

Ketua AIPKI, memberikan apresiasi yang tinggi kepada FK UNAND atas keberhasilan dalam menyelenggarakan acara tersebut. Ia mengakui bahwa persiapan muktamar hanya dilakukan dalam kurun waktu dua bulan sejak penunjukan resmi. “Tapi panitia bekerja sangat luar biasa. Pelaksanaannya excellent,” katanya.

Rektor Universitas Andalas, menekankan pentingnya transformasi pendidikan kedokteran yang mencakup karakter dan tanggung jawab sosial. “UNAND melalui FK berkomitmen mendukung transformasi ini sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan nasional melalui Asta Cita,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat, menyoroti tantangan pemerataan layanan kesehatan di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa rasio dokter umum di Sumbar masih berada pada angka 0,47 per 1.000 penduduk. “Kami berharap semangat nasionalisme tenaga kesehatan terus dibangun, agar lulusan pendidikan kedokteran siap ditempatkan di berbagai wilayah,” ungkapnya. Dengan rasio tersebut, ia menambahkan, Sumbar masih kekurangan sekitar 3.122 orang dokter.

Kepercayaan yang diberikan kepada FK UNAND untuk menjadi tuan rumah Muktamar AIPKI 2025 dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran institusi ini dalam mendorong perubahan sistem pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia.