Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar Konsolidasi Nasional Perempuan “Srikandi Pengawasan” pada 21-23 Desember 2025 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta. Acara ini bertujuan memperkuat peran perempuan dalam pengawasan pemilu melalui transformasi digital untuk mewujudkan ekosistem pemilu yang inklusif dan bebas kekerasan.
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan Berbasis Transformasi Digital” ini dihadiri ratusan perwakilan Srikandi Pengawasan dari 38 provinsi, baik komisioner maupun pejabat struktural perempuan.
Konsolidasi ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ketua Komisi 2 DPR RI, perwakilan Kaukus Perempuan Parlemen RI, Komnas Perempuan, Komisi Nasional Disabilitas, akademisi, serta perwakilan dari Litbang Kompas dan Mavindo.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan besar terakhir yang diselenggarakan Bawaslu di tengah efisiensi anggaran. Ia menekankan pentingnya agenda khusus perempuan pengawas yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Kami berharap ke depan dapat semakin mengasah spirit ‘woman support woman’ dalam pelaksanaan perekrutan Pengawas Pemilu, sehingga keterwakilan perempuan bisa maksimal dalam kuota Penyelenggara Pemilu,” ujar Rahmat Bagja.
Pada hari kedua, dilaksanakan diskusi kelas paralel yang membahas berbagai tema krusial. Kelas pertama fokus pada perlindungan anak dan penguatan kepemimpinan perempuan dalam pemilu. Kelas kedua mendalami penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak disabilitas serta lansia dalam pemilu. Sementara itu, kelas





