Sosialisasi Program Bangga Kencana, Agam Catat Penurunan Angka Stunting

oleh -236 Dilihat
sosialisasi-program-bangga-kencana,-angka-stunting-di-sungai-pua-menurun
Sosialisasi Program Bangga Kencana, Angka Stunting di Sungai Pua Menurun

Sungai Pua – Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan stunting, dengan angka kasus yang berada di bawah target nasional. Penurunan ini menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi program Bangga Kencana yang diadakan di SDN 08 Padang Lawas.

Camat Sungai Pua, Susi Karmila AS, menyampaikan bahwa persentase stunting di wilayahnya hanya mencapai 8 persen. “Alhamdulillah, angka kasus anak stunting di Kecamatan Sungai Pua hanya 8 persen, masih dibawah target nasional sebesar 14 persen,” ujarnya saat memberikan sambutan. Ia menambahkan bahwa jumlah kasus stunting telah berkurang dari 131 menjadi 126 orang, menunjukkan penurunan sebanyak 5 kasus.

Upaya penurunan stunting ini melibatkan lokakarya bulanan yang melibatkan pendamping keluarga, walinagari, dan tim penggerak PKK. Selain itu, program Gerakan Nasional Orang Tua Cegah Stunting (Genting) juga turut berkontribusi. “Alhamdulillah, dua program tersebut telah kita jalankan, walaupun baru permulaan namun telah menunjukkan hasil menurunkan angka stunting,” kata Susi. Puskesmas juga berperan aktif sebagai pengurus Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kecamatan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, yang hadir secara daring, menyoroti pentingnya peran BKKBN yang statusnya telah ditingkatkan menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. “Kementrian ini adalah kementerian strategis menuju Indonesia Emas pada tahun 2045,” ujarnya. Ia menekankan bahwa generasi saat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara di masa depan.

Ade juga menyoroti fluktuasi angka stunting di Sumatera Barat dan menekankan bahwa percepatan penurunan stunting tidaklah mudah. Ia menjelaskan bahwa stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. “Anak stunting disebabkan kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun meliputi asupan gizi ibu dan anak yang tidak mencukupi serta buruknya kualitas pangan,” tuturnya.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Dedi Agustanto, menekankan pentingnya perencanaan usia menikah dan program hamil untuk mencegah stunting. “Bagi calon ibu dan bapak perlu diperhatikan asupan gizi anak agar generasi yang dilahirkan lebih baik dari orang tuanya,” katanya.

Selain itu, Dedi juga menyoroti pentingnya penormalan Hemoglobin (Hb), menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas asap rokok, akses air minum bersih, dan kondisi jamban yang layak. “Akses air minum bersih dan dimasak mampu mencegah anak stunting. Dan terakhir kondisi jamban yang layak dan mempunyai septic tank,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN RI, Ratna Juita Razak, serta perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Agam, kepolisian, TNI, dan kepala puskesmas.