Pemkot Padang Genjot Pelatihan Vokasi Tekan Angka Pengangguran

oleh -10 Dilihat

Padang – Pemerintah Kota Padang kini memutar otak untuk menekan angka pengangguran yang masih menyentuh angka 47.789 jiwa atau 9,70 persen dari total penduduk. Berbagai terobosan mulai dari pelatihan vokasi bersertifikat hingga pembukaan jalur karier ke luar negeri disiapkan untuk memacu serapan tenaga kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, mengakui bahwa ijazah formal kini tidak lagi menjadi jaminan utama dalam dunia kerja yang semakin ketat. Ketimpangan antara jumlah lulusan sekolah maupun perguruan tinggi dengan ketersediaan lapangan kerja menjadi persoalan mendasar yang harus segera dibenahi.

“Jumlah lulusan baik dari tingkat SMK/SMA maupun universitas saat ini tidak sebanding dengan lowongan kerja yang tersedia. Ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk terus merumuskan solusi-solusi konkret agar para pencari kerja di Kota Padang bisa terserap secara optimal,” ungkap Ferry di Kantor Disnakerin, Rabu (15/7/2026).

Sebagai langkah nyata, Disnakerin menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) guna memberikan pembekalan keterampilan praktis. Program gratis ini mencakup bidang otomotif, tata boga, hingga pengamanan (Satpam) yang seluruhnya telah berstandar sertifikasi BNSP.

Ferry menegaskan bahwa para pencari kerja dituntut untuk lebih proaktif dalam memperkaya kompetensi diri di luar jalur pendidikan formal. Menurutnya, keahlian tambahan yang sesuai dengan kebutuhan industri adalah kunci untuk memenangkan persaingan pasar kerja saat ini.

“Kami berharap ke depan para pencari kerja tidak hanya mengandalkan modal ijazah, tetapi juga harus menyiapkan kompetensi diri. Pelajari keahlian baru yang sesuai dengan passion dan tujuan karier masing-masing,” tegasnya.

Selain upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemko Padang juga aktif membuka akses melalui bursa kerja (job fair) dan program pemagangan. Bahkan, peluang berkarier ke luar negeri pun mulai dibuka bagi warga yang memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni.

Kendati demikian, Ferry menyadari bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian untuk mengatasi masalah ini. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, untuk bersinergi dalam menciptakan iklim investasi yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Untuk menekan angka TPT ini, Disnakerin tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah dengan seluruh stakeholder, termasuk pelaku industri dan hadirnya investasi-investasi baru di Kota Padang guna memperluas lapangan kerja,” tutupnya.