Sitinjau Lauik Macet Parah! Ribuan Kendaraan Terjebak, Polisi Bertindak

oleh -171 Dilihat
kemacetan-di-sitinjau-lauik-makin-parah,-ribuan-kendaraan-terjebak-macet
Kemacetan di Sitinjau Lauik Makin Parah, Ribuan Kendaraan Terjebak Macet

Padang – Kemacetan panjang melanda kawasan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, menyebabkan ribuan kendaraan terjebak dan aktivitas lalu lintas lumpuh. Kondisi ini telah berlangsung sejak Minggu (29/6/2025) dan hingga Senin (30/6/2025) siang, antrean kendaraan belum berhasil diurai.

Kepolisian setempat dilaporkan mengalami kesulitan dalam mengatur lalu lintas di jalur yang dikenal ekstrem ini. Para pengendara yang terjebak berjam-jam di lokasi menyampaikan keluhan mereka.

Romi, seorang pengendara sepeda motor, mengungkapkan bahwa dirinya telah berada di lokasi sejak subuh. “Bagaimana mobil mau lewat? Motor saja susah. Semua kendaraan saling serobot, tidak ada yang mau mengalah. Jalan benar-benar tidak bisa dilalui,” ujarnya.

Menurut Romi, situasi semakin buruk karena kendaraan dari arah berlawanan terus memaksa masuk ke jalur sempit, menyebabkan kepadatan berlapis di beberapa titik tanjakan dan tikungan.

Rustin, seorang sopir truk pengangkut cangkang sawit dari Solok, juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengaku sudah terjebak sejak malam dan memilih menghentikan kendaraannya demi keselamatan. “Sudah dua hari ini makin parah. Kami mohon kepada Bapak Polisi, tolong kami. Ribuan kendaraan sudah terjebak,” katanya.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolsek Lubuk Kilangan, Sosmedya, membenarkan adanya lonjakan antrean kendaraan yang sulit dikendalikan. Ia mengimbau para pengendara, terutama truk besar dan kendaraan berat, untuk tidak melintasi Sitinjau Lauik untuk sementara waktu. “Kami minta kerja sama dari pengemudi, khususnya kendaraan berat. Jangan dulu melewati jalur ini, karena risikonya tinggi dan dapat memperparah kemacetan,” ujarnya.

Sosmedya menjelaskan beberapa titik krusial yang menjadi penyebab utama kemacetan, antara lain sebuah truk batubara yang rusak di Panorama 1, empat kendaraan pribadi mogok akibat kampas kopling aus di Tunggul Hitam, serta proyek perbaikan jalan yang menyebabkan penyempitan lajur.

Untuk mengurangi kepadatan, kendaraan besar dari arah Padang diarahkan untuk berhenti di kawasan Indarung, sementara dari arah Solok diminta menunggu di area sebelum penimbangan. Sistem buka-tutup juga diterapkan agar kendaraan pribadi dapat melintas secara bergantian.

“Kami juga minta pengemudi untuk tetap di jalur masing-masing. Jangan mengambil jalur kanan karena akan memperparah penumpukan dan menimbulkan antrean berlapis,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan grup komunikasi lalu lintas secara bertanggung jawab, dengan hanya menyampaikan informasi terkini demi membantu pengendara lain dalam mengambil keputusan rute. “Kondisi ini butuh kesabaran dan kedisiplinan semua pihak,” pungkas Sosmedya.