Padang – Semen Padang FC langsung mengalihkan perhatian ke evaluasi besar setelah dipastikan terdegradasi dari Liga 1 musim 2025/2026. Klub berjuluk Kabau Sirah itu kini mulai menatap persiapan Liga 2 musim depan sambil membenahi sejumlah aspek yang dinilai belum berjalan maksimal sepanjang musim ini.
Direktur Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, mengatakan kondisi tim saat ini sudah tidak memungkinkan untuk mengejar ketertinggalan poin. Menurut dia, peluang bertahan di Liga 1 telah tertutup dengan sisa pertandingan yang ada.
“Poin sudah tidak terkejar. Kami minta maaf kepada seluruh pendukung,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (6/5/2026).
Hermawan menegaskan, manajemen dalam waktu dekat akan duduk bersama para penasihat klub dan seluruh elemen tim untuk membahas masa depan klub secara menyeluruh. Evaluasi itu tidak hanya menyasar hasil pertandingan, tetapi juga manajemen, teknis tim, hingga rencana jangka panjang.
“Kami ingin semuanya dibahas tuntas. Bukan hanya hasil pertandingan, tapi juga bagaimana tim ini ke depan bisa lebih siap dan matang menghadapi Liga 2,” katanya.
Sepanjang musim ini, performa Semen Padang FC memang naik turun. Sejumlah perubahan pemain pada awal putaran kedua juga belum mampu mendongkrak hasil tim secara signifikan.
Kondisi tersebut akan menjadi salah satu bahan utama evaluasi. Manajemen pun berencana lebih cermat dalam menyusun skuad untuk musim depan, baik dari pemain lokal maupun asing, agar tim memiliki kekuatan yang lebih solid.
“Kami ingin membangun ulang tim ini dengan fondasi yang lebih kuat. Harapannya, Semen Padang bisa bangkit dan kembali bersaing di Liga 1,” tegas Hermawan.






