Pemko Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah

oleh -13 Dilihat
pemko-pariaman-terima-bantuan-tong-sampah-terpilah-untuk-pemanfaatan-sampah
Pemko Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah untuk Pemanfaatan Sampah

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menerima bantuan sembilan tong sampah terpilah dari PT Semen Padang untuk mendukung pengelolaan sampah di daerah itu. Bantuan tersebut diserahkan tim PT Semen Padang dan diterima langsung Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026).

Kunjungan tim PT Semen Padang itu juga menindaklanjuti rencana kerja sama pengelolaan sampah antara kedua pihak. Dalam pertemuan tersebut, Yota Balad hadir bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Tong sampah terpilah itu akan digunakan untuk memisahkan limbah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Skema ini diharapkan dapat memudahkan daur ulang, meningkatkan nilai jual sampah, mengoptimalkan pengelolaan, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pemerintah daerah serius menangani persoalan sampah. Ia menyebut produksi sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan mencapai 45 ton per hari.

“Pemko Pariaman terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang menjadi tantangan besar bagi daerah. Produksi sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan per hari itu mencapai 45 ton. Namun saat ini, untuk mengatasi volume, sampah ini sebelum masuk ke TPA sudah bisa didaur ulang terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah sampah,” ujarnya.

Mulyadi mengatakan Pemko Pariaman kini memiliki tiga unit mesin pencacah sampah yang telah menghasilkan pupuk kompos bernilai ekonomis. Menurut dia, alat tersebut membuat ukuran limbah lebih kecil sehingga proses pengomposan berjalan lebih cepat dan efisien.

“Mesin pencacah sampah ini berfungsi memperkecil ukuran limbah menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses pengomposan. Alat ini meningkatkan efisiensi produksi kompos, mengurangi volume sampah di TPA, serta mengubah limbah daun, ranting, dan sisa makanan menjadi pupuk organik padat/cair yang bernilai ekonomis,” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, pupuk hasil olahan sampah itu sudah dimanfaatkan dan terbukti membuat tanaman subur. Namun, ia mengakui pemanfaatannya belum bisa diperluas lebih jauh.

“Dengan kunjungan tim PT Semen Padang hari ini, Insya Allah minggu depan kita akan melaksanakan MoU dengan PT Semen Padang agar pupuk yang dihasilkan ini bisa dimanfaatkan,” sebutnya.

Mulyadi berharap Pariaman bisa menjadi daerah percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Sumbar dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, Staf Alternative Fuel & Raw Material (AFR) PT Semen Padang, Musytaqim Nasra, menyebut kunjungan tersebut difokuskan pada pengelolaan sampah di Pariaman.

“Informasi dari Pemko Pariaman bahwa Kota Pariaman memiliki alat pencacah sampah dan sudah ada produk yang dihasilkan. Target kita adalah bagaimana produk tersebut bisa termanfaatkan dan memberikan nilai lebih untuk Kota Pariaman,” ujarnya.

Musytaqim menjelaskan, dalam waktu dekat PT Semen Padang dan Pemko Pariaman akan menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama terkait produk sampah terolah. Kesepakatan itu akan memuat pembagian peran dan pola kerja sama pengolahan sampah.

“MoU nantinya akan dijelaskan apa yang disediakan oleh Pemko Pariaman dan Semen Padang dan pola kerja samanya juga seperti apa dalam pengolahan sampah. MoU ini akan menjadi yang pertama di Sumbar jika cepat terlaksana,” katanya.

Ia menambahkan, di Sumbar, Semen Padang menjadi pihak pertama yang menerima sampah dalam bentuk cacahan atau sudah diolah dan bisa langsung dimanfaatkan.

“Kita berharap dengan MoU nanti, bisa mengurangi atau membantu pengolahan sampah di Kota Pariaman dan bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya,” ujarnya.