Rahmat Saleh Ungkap Realisasi Bantuan Bibit Petani Sumbar

oleh -10 Dilihat
buka-data,-rahmat-saleh-beberkan-realisasi-bantuan-bibit-bagi-petani-di-sumbar
Buka Data, Rahmat Saleh Beberkan Realisasi Bantuan Bibit Bagi Petani di Sumbar

Padang – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan pemulihan ekonomi Sumatera Barat harus ditopang sektor pertanian yang berkelanjutan. Ia menyebut penguatan pertanian menjadi kunci agar ekonomi daerah bisa bangkit dari bawah.

Pernyataan itu disampaikan Rahmat saat memaparkan capaian kerjanya di hadapan warga Alai Parak Kopi, Padang, Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan sejumlah program bantuan yang telah berhasil disalurkan dan dikawalnya selama ini.

Di Kabupaten Agam, bantuan bibit telah menjangkau lahan seluas 700 hektar. Sementara di wilayah pesisir Sumatera Barat, bantuan bibit jagung sudah diterima untuk 1.300 hektar lahan.

Rahmat mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa janji yang pernah disampaikan telah diwujudkan lewat kerja nyata. Ia menilai sektor pertanian masih menyimpan potensi besar untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah.

“Ini adalah bukti kinerja kita menuju pemulihan Sumatera Barat. Sektor pertanian memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui bantuan bibit, alat mesin pertanian, hingga pendampingan teknis. Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar terbantu untuk bangkit,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, kebutuhan petani dan kebijakan pemerintah pusat harus terus disesuaikan dan dikawal dengan ketat. Menurut dia, penyaluran alat pertanian atau alsintan maupun sarana produksi lainnya harus tepat sasaran agar produktivitas lahan di Sumatera Barat meningkat.

Rahmat juga menilai keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada peran aktif masyarakat di tingkat bawah. Karena itu, ia mendorong penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai salah satu penopang ekonomi pertanian.

Dia menilai keterlibatan ibu-ibu dalam KWT merupakan langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Menurutnya, kelompok ini bisa menjadi ruang bagi perempuan untuk terlibat dalam budidaya tanaman pangan hingga pengolahan hasil pertanian.

“Program bantuan kita tidak hanya untuk petani skala besar, tapi juga menyasar kelompok-kelompok kecil seperti KWT. Melalui wadah ini, ibu-ibu bisa terlibat aktif dalam budidaya tanaman pangan dan pengolahan hasil tani, yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara luas,” ujarnya.