Rahmat Saleh Soroti Proyek Irigasi Mangkrak, Petani Pessel Merugi

oleh -165 Dilihat
rahmat-saleh:-irigasi-mangkrak-rugikan-petani-di-pesisir-selatan
Rahmat Saleh: Irigasi Mangkrak Rugikan Petani di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan – Keterlambatan proyek irigasi tersier di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi sorotan tajam dari anggota Komisi IV DPR RI. Dalam kunjungan lapangan pada Senin (15/12/2025), ditemukan bahwa sebagian besar proyek belum mencapai progres yang diharapkan, meskipun tahun anggaran hampir berakhir.

Rahmat Saleh mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi tersebut, mengingat pentingnya irigasi tersier bagi pertanian. “Saluran irigasi tersier berfungsi mengalirkan air langsung ke lahan pertanian,” ujarnya, menekankan bahwa keterlambatan ini akan berdampak signifikan pada jadwal tanam dan hasil panen petani.

Menurutnya, masalah ini tidak boleh diabaikan karena menyangkut langsung kesejahteraan ekonomi para petani. “Irigasi ini tujuannya jelas, untuk pengairan sawah petani. Kalau pengerjaannya mangkrak seperti ini, maka petani yang paling dirugikan,” tegasnya.

Proyek-proyek ini berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat, yang seharusnya memastikan kelancaran pelaksanaan. Selain 10 titik yang ditinjau di Kecamatan Pancung, Rahmat Saleh menyebutkan bahwa total ada 20 titik irigasi tersier yang ia perjuangkan, tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya.

“Seluruh proyek tersebut dikerjakan langsung oleh BWS. Namun hingga pertengahan Desember, progres di lapangan dinilai belum memadai untuk bisa dimanfaatkan petani dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Rahmat Saleh mengkritik lemahnya implementasi program yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ia menekankan perlunya evaluasi serius terhadap perencanaan dan pengawasan proyek untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Ini sudah akhir tahun anggaran, tapi masih banyak yang belum dikerjakan. Kasihan petani, karena program ini sudah diperjuangkan, namun manfaatnya belum bisa dirasakan,” katanya.

Ia berjanji akan membawa masalah ini ke tingkat pusat dan meminta penjelasan dari pihak terkait. “Kita harapkan nanti ada langkah percepatan dan tanggung jawab yang jelas agar irigasi tersier benar-benar bisa mendukung produktivitas pertanian dan tidak berhenti sebagai proyek di atas kertas,” pungkasnya.