Padang – Polda Sumatera Barat berkomitmen mempererat kolaborasi dengan insan pers guna menangkal penyebaran hoaks dan menjaga kondusivitas daerah. Upaya ini diwujudkan melalui forum diskusi “Duduak Basamo” yang mempertemukan jajaran kepolisian dengan pimpinan media di Restoran Suaso, Rabu (5/8/2026).
Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, menyatakan bahwa transparansi informasi adalah kunci utama dalam meraih kepercayaan masyarakat. Ia memandang media sebagai mitra strategis yang memiliki peran vital dalam menyajikan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
“Komunikasi yang terbuka, saling menghargai tugas dan fungsi masing-masing, serta penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan berimbang akan menjadi momen penting dalam membangun kepercayaan publik,” ujar Kapolda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menegaskan peran krusial pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Ia mendorong kepolisian untuk terus mengoptimalkan keterbukaan informasi sebagai langkah preventif menghadapi berita bohong.
“Pers dan kepolisian merupakan dua institusi yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Kepolisian bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, sementara kami dari pers menjalankan fungsi kontrol sosial, edukasi, dan penyampaian informasi kepada publik,” tegas Widya Navies.
Di sisi lain, Kapolda Sumbar secara terbuka menyambut kritik konstruktif dari awak media. Dukungan ini diharapkan mampu memacu peningkatan kinerja kepolisian agar lebih profesional dalam melayani masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar serta pengurus PWI Sumatera Barat. Sinergi ini menjadi langkah nyata kedua pihak dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat dan aman di Sumatera Barat.






