Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyambut baik inisiatif Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pekanbaru dalam menggelar Seminar Penguatan Hak Asasi Manusia (HAM).
Seminar yang berlangsung pada Kamis (29/01/2026) ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman pemuda tentang nilai-nilai HAM.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mewakili Wali Kota Pekanbaru, menyampaikan apresiasi atas konsistensi KNPI dalam menyediakan ruang edukasi positif bagi generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami berterima kasih atas terselenggaranya seminar HAM ini,” kata Edward, yang akrab disapa Edu.
Ia berharap kegiatan positif bersama KNPI dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda.
Edward menekankan pentingnya penguatan pemahaman HAM sejak dini. Hal ini bertujuan agar pemuda memiliki bekal pengetahuan dan sikap yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, serta penghormatan terhadap hak sesama.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.
Lebih lanjut, Edward berharap seminar HAM ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari gerakan pemuda yang aktif, kritis, serta konstruktif.
“Kami berharap pemuda terus melaksanakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Ketua DPD KNPI Kota Pekanbaru, Faisal Islami, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada generasi muda mengenai makna HAM yang sesungguhnya.
Selain itu, seminar ini juga mendorong implementasi nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.
Faisal menambahkan, pemuda memiliki peran strategis sebagai penerus kepemimpinan di Kota Pekanbaru.
Oleh karena itu, penguatan pemahaman HAM sejak dini menjadi langkah penting dalam mencegah praktik penindasan dan pelanggaran HAM di masa mendatang.
KNPI Pekanbaru berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya kritis dan berdaya saing, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia.






