Pelita Air Tangani Delay 7 Jam, Layani Profesional

oleh -343 Dilihat
sempat-alami-delay-lebih-7-jam,-pelita-air-layani-penumpang-secara-profesional
Sempat Alami Delay Lebih 7 Jam, Pelita Air Layani Penumpang Secara Profesional

Pekanbaru – Penumpang Pelita Air dengan penerbangan IP325 rute Pekanbaru-Jakarta mengalami penundaan penerbangan yang signifikan pada Sabtu (28/6/2025) malam. Penundaan tersebut disebabkan oleh kerusakan pesawat yang akan digunakan.

Menurut Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko, penundaan bermula dari pesawat Pelita Air IP324 yang sebelumnya melayani penerbangan dari Jakarta ke Pekanbaru. “Pada saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, pesawat tersebut mengalami gangguan teknis pada bagian ekor akibat terpaan angin samping (crosswind) berkecepatan 20 knot, dua kali lipat dari ambang batas maksimal 10 knot,” ujarnya pada Minggu (29/06/2025).

Akibat kerusakan tersebut, pesawat dinyatakan tidak layak terbang kembali. “Fenomena alam yang datang tiba-tiba yang tidak terdeteksi ini menyebabkan pesawat dinyatakan tidak layak terbang kembali. Padahal, pesawat tersebut direncanakan untuk segera diberangkatkan kembali ke Jakarta sebagai IP325 pada pukul 18.15 WIB. Namun akibat kerusakan itu, seluruh jadwal harus diatur ulang,” jelasnya.

Pihak maskapai menawarkan fasilitas penginapan kepada penumpang, namun sebagian besar memilih untuk tetap menunggu di bandara. “Proses negosiasi berlangsung secara terbuka dan damai antara penumpang dan pihak maskapai, menunjukkan kedewasaan dan solidaritas kedua belah pihak dalam menghadapi situasi darurat. Pihak Pelita Air kemudian mengambil langkah cepat dan sigap dengan mengirimkan pesawat pengganti dari Jakarta,” kata Radityo.

Pesawat pengganti akhirnya mendarat di Pekanbaru sekitar pukul 00.58 WIB, dan penerbangan IP325 berhasil diberangkatkan pada pukul 01.35 WIB menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Radityo mengapresiasi ketertiban yang terjaga selama proses penanganan. “Dalam situasi yang berpotensi memicu ketegangan tinggi, kehadiran komunikasi yang transparan dan profesionalisme dari pihak maskapai berhasil menciptakan suasana yang tetap kondusif,” ungkapnya.

Maskapai Pelita Air disebut telah memenuhi seluruh kewajibannya sesuai regulasi, dengan menyediakan snack, makanan berat, serta voucher kompensasi sebesar Rp300.000 yang dapat diuangkan setibanya di Jakarta. “Meskipun mengalami keterlambatan cukup lama, 162 penumpang yang terdiri dari 148 orang dewasa, 10 anak-anak, dan 4 bayi tetap menunggu dengan tenang,” pungkas Radityo.