Payakumbuh Percepat Penurunan Stunting, Libatkan Lintas Sektor

oleh -250 Dilihat
pemko-payakumbuh-gelar-rakor-tim-percepatan-penurunan-stunting
Pemko Payakumbuh Gelar Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program inovatif. Salah satunya adalah program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang menargetkan 752 orang tua asuh.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Payakumbuh di Aula Ngalau Indah, Balai Kota Payakumbuh, Selasa (9/9/2025), menekankan pentingnya pembangunan SDM berkualitas untuk mencapai Visi Indonesia 2045. “Visi tersebut akan sulit tercapai jika masalah gizi, khususnya stunting, tidak diatasi secara serius. Karena itu, percepatan penurunan stunting harus menjadi gerakan bersama lintas sektor,” ujarnya.

Menurutnya, Pemko Payakumbuh telah mengambil langkah-langkah konkret dari tingkat kota hingga kelurahan. Ia menyebutkan lima faktor utama penyebab stunting di Payakumbuh, yaitu penyakit penyerta, paparan rokok, tidak ber-KB, rumah tidak layak huni, serta jamban dan sanitasi yang tidak memadai.

Intervensi melalui TPPS melibatkan berbagai OPD, termasuk konseling, edukasi, dan perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 14 kasus, serta 24 kasus jamban dan sanitasi. Program GENTING bertujuan menghubungkan orang tua asuh dari berbagai unsur dengan keluarga berisiko stunting melalui bantuan nutrisi, perbaikan sanitasi, hunian layak, serta edukasi.

“Target GENTING Payakumbuh adalah 752 orang, dan saat ini sudah tercapai 624 orang atau 83%, melampaui target nasional triwulan III sebesar 75%. Ini capaian yang patut kita syukuri bersama,” jelasnya. Ia mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam program GENTING. “Mari kita bantu keluarga berisiko stunting agar anak-anak mereka tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan terbebas dari stunting. Dengan kebersamaan, kita bisa memastikan masa depan generasi Payakumbuh yang lebih baik,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menyoroti pentingnya komitmen berkelanjutan dari semua pihak. Ia menjelaskan bahwa stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berdampak permanen pada tumbuh kembang anak. “Gerakan percepatan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Dengan sinergi program, seperti GENTING, Tamasya, dan GATI, kita harapkan angka stunting bisa terus ditekan di Sumatera Barat, termasuk di Kota Payakumbuh,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Kepala OPD terkait, camat dan lurah se-Kota Payakumbuh, kepala puskesmas, ahli gizi puskesmas, penyuluh KB, serta perwakilan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kota Payakumbuh.