Padang Panjang Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa

oleh -251 Dilihat
wujudkan-generasi-cerdas-dan-sehat,-wako-hendri-arnis-mulai-program-makan-bergizi-gratis
Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, Wako Hendri Arnis Mulai Program Makan Bergizi Gratis

Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa sekolah, ibu hamil, balita, hingga lansia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendukung perekonomian lokal.

Ratusan siswa SMPN 3 Ekor Lubuk tampak antusias menyambut program MBG yang diluncurkan pada Senin (15/9) di komplek sekolah tersebut. Program ini menjadi angin segar bagi sebagian orang tua yang kesulitan menyediakan bekal sehat setiap hari untuk anak-anak mereka.

Salah seorang ibu siswa, Yuli, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Alhamdulillah, anak saya sekarang bisa makan sehat di sekolah. Saya tidak khawatir lagi kalau bekalnya kurang. Program ini sangat membantu,” ujarnya.

Wali Kota Hendri Arnis menjelaskan bahwa tujuan program ini bukan hanya sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga memastikan anak-anak sehat, siap belajar, dan terhindar dari gizi buruk atau stunting. “Tujuannya bukan sekadar memberi makan gratis, tapi memastikan anak-anak kita sehat, siap belajar, dan bebas dari gizi buruk atau stunting,” jelasnya.

Program MBG juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Bahan baku makanan berasal dari petani dan peternak lokal Padang Panjang, Batipuh, dan X Koto. Selain itu, program ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Setiap dapur MBG membutuhkan sekitar 50 orang tenaga kerja, mulai dari ahli gizi hingga penjamah makanan.

Rani, salah seorang relawan dapur MBG, mengaku bangga bisa terlibat dalam program ini. “Ini peluang besar. Selain anak-anak bisa sehat, masyarakat juga mendapat pekerjaan. Saya sendiri baru saja diterima sebagai juru masak, rasanya bangga sekali bisa ikut melayani,” tuturnya.

Kualitas makanan menjadi prioritas utama dalam program MBG. “Yang penting, anak-anak senang dan benar-benar menikmati. Kalau makanannya sehat, belajar mereka juga lebih semangat,” kata Hendri Arnis.

Saat ini, satu dapur MBG telah beroperasi di Ekor Lubuk, sementara enam lainnya dalam tahap persiapan. Setiap dapur ditargetkan dapat melayani 3.200 siswa per hari.

Nasrullah, Ketua Yayasan Maarif yang mengelola dapur MBG Ekor Lubuk, mengatakan bahwa semua tenaga yang direkrut adalah relawan Badan Gizi Nasional (BGN). “Kami ingin anak-anak merasa dilayani dengan tulus. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian,” ucapnya.

Sejumlah orang tua berharap program MBG dapat terus berlanjut dan diperluas. “Kalau bisa jangan berhenti. Karena makanan bergizi ini penting sekali untuk masa depan anak-anak,” kata Fitri, seorang ibu siswa SD.

Para guru juga merasakan manfaat dari program ini. Mereka menilai anak-anak lebih fokus belajar setelah makan siang bersama. “Biasanya kalau lapar, anak-anak suka lemas. Sekarang mereka lebih bersemangat,” ungkap seorang guru SMPN 3.

Pemerintah Kota Padang Panjang menganggarkan sekitar Rp29 miliar per tahun untuk program MBG. Anggaran ini diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan kuat.

Dengan program MBG, Padang Panjang berkomitmen untuk meningkatkan gizi warganya dan berinvestasi pada masa depan generasi muda.