Nevi Zuairina: Atasi Panic Buying BBM, Tingkatkan Komunikasi!

oleh -121 Dilihat
nevi-zuairina:-cegah-panic-buying-bbm-dengan-komunikasi-publik-yang-transparan
Nevi Zuairina: Cegah panic Buying BBM dengan Komunikasi Publik yang Transparan

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, menekankan pentingnya pemerintah menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional. Hal ini menyusul kekhawatiran masyarakat terkait stok BBM.

Nevi Zuairina menilai, informasi mengenai kapasitas cadangan operasional BBM harus dijelaskan secara komprehensif agar tidak memicu panic buying.

“Ketika masyarakat mendengar bahwa stok BBM hanya tersedia untuk sekitar tiga minggu, sebagian orang langsung menganggap akan terjadi kelangkaan,” ujar Nevi dalam keterangannya, Selasa (14/5/2024).

Padahal, lanjutnya, yang dimaksud adalah kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional, bukan berarti pasokan BBM akan habis dalam waktu tersebut.

Politisi PKS ini menjelaskan, panic buying dipicu oleh ketidakpastian informasi, psikologi massa, dan kekhawatiran terhadap situasi geopolitik global.

Eskalasi konflik internasional juga sering memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

“Sering kali rasa takut masyarakat lebih besar daripada kondisi sebenarnya. Ketika sebagian orang mulai menimbun BBM, masyarakat lain ikut melakukan hal yang sama,” jelasnya.

Hal ini, kata Nevi, memicu antrean panjang di SPBU dan mengganggu distribusi.

Nevi menambahkan, panic buying dapat menciptakan kelangkaan buatan (artificial scarcity) yang berpotensi mengganggu sistem distribusi energi nasional dan mendorong kenaikan harga.

Legislator asal Sumbar II ini mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan berbasis data.

Stabilitas distribusi dari kilang ke depo hingga ke SPBU harus dijaga agar pasokan tetap lancar di seluruh wilayah.

“Pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM juga harus diperketat, terutama dalam situasi yang rentan memicu spekulasi,” tegasnya.

Nevi juga menyoroti pentingnya penguatan cadangan energi nasional. Cadangan BBM Indonesia masih jauh di bawah negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China.

“Penguatan cadangan energi strategis harus menjadi agenda jangka panjang. Peningkatan kapasitas tangki penyimpanan serta pembangunan cadangan energi nasional merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan,” tutup Nevi.