Mendag Lepas Ekspor Gambir Sumbar, Hilirisasi Jadi Fokus

oleh -159 Dilihat
kekuatan-ekspor-baru-dari-sumbar, mendag-lepas-27-ton-gambir-ke-india
Kekuatan Ekspor Baru dari Sumbar, Mendag Lepas 27 Ton Gambir ke India

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berupaya memperluas pasar ekspor gambir, mengingat ketergantungan yang tinggi pada satu negara tujuan. Hal ini terungkap saat Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pelepasan ekspor 27 ton gambir asal Sumbar ke India, yang diorganisir oleh PT Salimbado Jaya Indonesia, pada hari Selasa (18/11/2025) di halaman Istana Gubernur Sumbar.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan bahwa meskipun Sumbar menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia dengan produksi mencapai 25.818 ton pada 2024, pasar ekspor masih didominasi oleh satu negara. “Karena itu, kami berharap dukungan Kemendag untuk penguatan tata niaga dan perluasan pasar,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menyoroti tantangan terkait optimalisasi Pelabuhan Teluk Bayur untuk ekspor komoditas non-CPO. Pemerintah Provinsi Sumbar, ditegaskannya, berkomitmen untuk memperkuat hilirisasi, termasuk mendorong pengembangan produk olahan gambir seperti sabun dan kopi yang mulai dikembangkan oleh industri lokal.

Mendag Budi Santoso menekankan pentingnya hilirisasi gambir agar Indonesia tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah dan pasar tunggal. Menurutnya, hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah gambir, terutama di daerah sentra produksi seperti Sumbar. “Gambir ini memiliki potensi besar jika diolah. Kita ingin ke depan gambir bisa seperti ginseng bagi Indonesia,” ungkapnya.

Mendag juga memaparkan data ekspor nasional yang menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga September, ekspor Indonesia mencapai 209 miliar dolar AS, meningkat 8,14 persen. Ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 48,1 persen, meskipun kontribusinya masih relatif kecil, yaitu 4,69 persen. Kementerian Perdagangan terus berupaya mempercepat realisasi program UMKM Bisa Ekspor, yang hingga Oktober tahun ini telah memfasilitasi 1.049 UMKM dengan total transaksi mencapai 130 juta dolar AS.

Sefti Tito, Pimpinan PT Salimbado Jaya Indonesia, menjelaskan bahwa produksi gambir Sumbar berkisar antara 16.000 hingga 20.000 ton per tahun. Namun, ia mengakui bahwa persaingan dengan katekin dari kulit mente dan pemurnian domestik semakin menekan pasar gambir mentah, sehingga inovasi produk menjadi sangat penting.