Mentawai – Bandara Rokot Sipora Airport di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, berpotensi menjadi katalisator utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPD RI, Irman Gusman, saat melakukan kunjungan kerja ke bandara tersebut.
Dalam kunjungannya pada Kamis, 16 Oktober 2025, Irman Gusman menyatakan komitmennya untuk menjalin komunikasi dengan anggota DPR RI daerah pemilihan Sumbar. Tujuannya adalah mendorong sinergi dalam pembangunan sektor pariwisata di Mentawai. “Saya akan komunikasikan hal ini dengan rekan-rekan DPR agar Mentawai mendapat perhatian lebih dalam pengembangan infrastruktur,” ujarnya.
Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, pengembangan bandara adalah langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pak Irman Gusman. Peningkatan layanan dan pengembangan Bandara Rokot akan mempercepat arus wisatawan ke Mentawai. Ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Bandara Rokot Sipora saat ini melayani dua rute penerbangan perintis dengan intensitas dua kali seminggu. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Mentawai, Bambang Rudi Sulaksono, menjelaskan bahwa selama periode Januari hingga Oktober 2025, tercatat 177 pergerakan pesawat, terdiri dari 88 kedatangan dan 89 keberangkatan. Jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui penerbangan perintis mencapai 2.165 orang, dengan rincian 1.028 penumpang datang dan 1.137 penumpang berangkat.
Irman Gusman menekankan bahwa Bandara Rokot Sipora merupakan pintu gerbang utama menuju Mentawai. Ia meyakini bahwa peningkatan fasilitas dan konektivitas akan memacu pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, pengembangan Bandara Rokot Sipora Airport diharapkan dapat menjadikan Mentawai sebagai destinasi unggulan di Sumbar, terutama dalam sektor pariwisata bahari dan surfing yang telah dikenal secara internasional.






